Cari Blog Ini

Sabtu, 17 Maret 2018

Jurnalistik Online 7: Teknik Perencanaan dan Peliputan Berita Online

Jurnalistik Online 7: Teknik Perencanaan dan Penulisan Berita Online





Media online (online media) disebut juga dengan istilah digital media adalah media yang tersaji secara online di internet. Media online secara umum, yaitu segala jenis atau format media yang hanya bisa diakses melalui internet berisikan teks, foto, video, dan suara. Secara khusus yaitu terkait dengan pengertian media dalam konteks komunikasi massa, yaitu media yang menyajikan karya jurnalistik (berita, artikel, feature) secara online.

Menulis berita di media online seperti  website, bukanlah praktek yang mudah dilakukan semua orang, tetapi bukan berarti sulit untuk dipelajari. Praktek merupakan kunci utama bagi seseorang untuk melatih dirinya agar mampu mengartikulasikan realitas ke dalam bentuk tulisan. Demikian juga penguasaan teknik menulis bukan sebuah jaminan seseorang dapat dikatakan pandai dan lihai. Semuanya membutuhkan banyak latihan dan kontiniu. Begitu juga dengan kegiatan jurnalistik membutuhkan keterampilan, keuletan dan ketepatan dalam penyajiannya. Dengan kata lain menulis berita untuk media online seperti website saat ini adalah suatu tuntutan.

Meskipun demikian menulis berita di media website merupakan gaya menulis online (online writing style) sehingga sedikit banyak juga diperlukan tekniknya, tidak berlebihan jika Penulis menyebut dengan uangkapan sederhana “tips pedoman dasar dan standar" dalam menulis berita di website, dengan harapan setelah menguasai dengan baik, lalu dipraktekkan maka dijamin kemampuan menulis akan berkembang bahkan bisa menulis berita seperti halnya wartawan profesional.

Gagasan penulisan artikel sederhana ini yang sebagaimana Penulis sebut di atas sesungguhnya terinspirasi dari pengelaman Penulis dipercaya sebagai koordinator tiga kali pindah tugas di pengadilan agama, dan ketika membaca berbagai berita terutama di salah satu fitur website www.badilag.net berita seputar peradilan agama, rata-rata pengadilan agama dan pengadilan tinggi agama menggirim berita untuk dimuat di website Badilag, ternyata semangat penulisan beritanya patut diberi apresiasi, namun barangkali penyajian dan teknik penulisan perlu dipoles agar menyesuaikan dengan teknik-teknik menulis berita pada umumnya khususnya di media online. 

 

Pengertian Berita

Berita adalah informasi baru atau informasi mengenai sesuatu yang sedang terjadi, disajikan lewat bentuk cetak, siaran, internet, atau dari mulut ke mulut kepada orang ketiga atau orang banyak. Laporan berita merupakan tugas profesi wartawan, saat berita dilaporkan oleh wartawan laporan tersebut menjadi fakta / ide terkini yang dipilih secara sengaja oleh redaksi pemberitaan / media untuk disiarkan dengan anggapan bahwa berita yang terpilih dapat menarik khalayak banyak karena mengandung unsur-unsur berita.[1]

Menurut A.M. Hoeta Soehoet dalam bukunya “Dasar-Dasar Jurnalistik”, berita bagi seseorang adalah keterangan mengenai suatu peristiwa atau isi pernyataan seseorang yang menurutnya perlu diketahui untuk mewujudkan filsafat hidupnya.

Dalam buku Here’s the News yang dihimpun oleh Paul De Maeseneer, berita didefinisikan sebagai informasi baru tentang kejadian yang baru, penting, dan bermakna (signifikan), yang berpengaruh pada para pendengarnya serta relevan dan layak dinikmati oleh mereka.

Definisi berita tersebut mengandung unsur-unsur:

o   Baru dan penting,

o   Bermakna dan berpengaruh,

o   Menyangkut hidup orang banyak,

o   Relevan dan menarik.

Jadi berita merupakan pemberitahuan yang mengungkap tentang kejadian atau hal yang terjadi pada waktu tertentu, sebagai informasi baru yang disajikan dalam pembacaan / penulisan yang jelas, aktual dan menarik.

Syarat Berita

Wartawan atau reporter tugasnya sama, mencari informasi yang menarik dan akhirnya dapat ditulis menjadi sebuah berita, demikian juga bagi yang dipercaya menulis berita di website. Tidak akan mungkin tulisan seorang kuli tinta atau reportase yang disampaikan reporter bila tidak mengerti  sama sekali tentang persoalan yang diinformasikannya. Oleh karena itu agar berita yang ditulis bernilai berita bahkan bernilai ilmu pengetahuan tentu ada beberapa prinsip dasar yang harus diketahui dalam menulis berita, sebagai salah satu syarat dikatakan berita.

Tujuannya agar tulisan yang disajikan di media website bisa disebut berita, tergantung dari kredibilitas dan keterampilan jurnalis yang menulis berita, sehingga sebuah berita memiliki syarat khusus yang harus menjadi standar.

Di antara syarat berita adalah sebagai berikut:[2]

a.       Fakta, yaitu bahwa sebuah berita merupakan fakta, bukan karangan (fiksi) atau dibuat-buat. Ada beberapa factor yang menjadikan berita tersebut fakta, yaitu kejadian nyata, pendapat (opini) narasumber dan pernyataan sumber berita. Opini atau pendapat pribadi wartawan atau reporter yang dicampuradukkan dalam pemberitaaan yang ditayangkan bukan merupakan suatu fakta dan bukan karya jurnalistik;

b.      Obyektif, yaitu berita harus sesuai dengan keadaan sebenarnya, tidak boleh dibumbui sehingga merugikan pihak yang diberitakan. Reporter atau wartawan dituntut adil, jujur dan tidak memihak, apalagi tidak jujur secara yuridis merupakan sebuah Pelanggaran Kode Etik Jurnalistik;

c.       Berimbang, yaitu bahwa sebuah berita biasanya dianggap berimbang apabila wartawan atau reporter memberi informasi kepada pembacanya, pendengarnya atau pemirsanya tentang semua detail penting dari suatu kejadian dengan cara yang tepat. Porsi harus sama, tidak memihak atau tidak berat sebelah. Reporter harus mengabdi pada kebenaran ilmu atau kebenaran berita itu sendiri dan bukan mengabdi pada sumber berita (check, re-check and balance) yang perlu didukung dengan langkah konfirmasi dari pihak-pihak yang terkait dalam pemberitaan;

d.      Lengkap, yaitu dimana berita yang lengkap adalah berita yang memuat jawaban atas pertanyaan who, what, why, when, where, dan how;

e.      Akurat yaitu berita yang ditampilkan harus tepat, benar dan tidak terdapat kesalahan. Akurasi sangat berpengaruh pada penilaian kredibilitas media maupun reporter itu sendiri. Akurasi berarti ketepatan bukan hanya pada detail spesifik tetapi juga kesan umum, cara detail disajikan dan cara penekannya.

Sementara agar berita mempunyai kelayakan atau standar berita oleh Enjang Muhaemin ada 4 syarat standar kelayakan berita dapat disajikan yaitu: penting, menarik, aktual, dan faktual.[3]

Dalam konteks jurnalistik, kata “penting” dapat dimaknai sebagai sesuatu yang utama, atau membutuhkan perhatian, atau sesuatu yang mendesak diketahui khalayak luas. Dikatakan menarik bila saja unik, langka, aneh, tidak lazim, atau sesuatu yang mengandung daya tarik insani (human interest). Biasanya ditulis dalam bentuk feature. Di dalamnya bisa karena ada unsur ketegangan, kecemasan, kepopuleran, atau sisi daya tarik insani lainnya. Berita yang menarik kendati tidak selalu bikin heboh, tapi tetap memiliki nilai tersendiri di hati pembaca. Ini sebabnya peristiwa, atau kejadian yang menarik tetap layak diberitakan. Penting atau menarik menjadi dua syarat yang bersifat fleksibel dalam menentukan sesuatu menjadi berita. Artinya bisa karena pentingnya saja, bisa karena menarik saja, tapi juga bisa kedua-duanya dengan kata lain penting dan sekaligus menarik.

Meskipun demikian penting dan menarik saja ternyata belum cukup pasalnya berita juga harus memenuhi dua syarat aktual (baru), dan faktual (nyata adanya, bukan rekayasa). Dua syarat ini tidak bisa dipilih hanya salah satunya saja. Keduanya harus menjadi pertimbangan mutlak menentukan kelayakan berita. Tanpa ini sepenting dan semenarik apa pun sesuatu, tidak bisa dikategorikan berita yang baik.  Peristiwa faktual yang menghebohkan puluhan tahun lalu, bukanlah berita untuk saat ini. Selain karena sudah basi, juga sudah kehilangan aktualitas.[4]

Dasar-Dasar Jurnalistik

Setiap penulis berita wajib memahami dan menguasai dasar-dasar jurnalistik (basics of journalisme) agar menjalankan aktivitas jurnalistik dengan baik dan benar. Penulis profesional tidak sekadar bisa menulis berita, tetapi juga memahami dan menaati aturan yang berlaku di dunia jurnalistik, terutama kode etik jurnalistik. Jika ada tulisannya asal atau beritanya ngawur dari segi penulisan ataupun dari segi substansi, kemungkinan besar penulis berita belum atau tidak memahami dan menguasai dasar-dasar jurnalistik itu sendiri.

Jurnalistik atau jurnalisme, menurut Luwi Ishwara dalam bukunya "Catatan-Catatan Jurnalisme Dasar". Jakarta: Penerbit Buku Kompas 2005, mempunyai ciri-ciri yang penting untuk kita perhatikan, yaitu:[5]

ü  Skeptis

Skeptis adalah sikap untuk selalu mempertanyakan segala sesuatu, meragukan apa yang diterima, dan mewaspadai segala kepastian agar tidak mudah tertipu. Inti dari skeptis adalah keraguan. Media janganlah puas dengan permukaan sebuah peristiwa serta enggan untuk mengingatkan kekurangan yang ada di dalam masyarakat. Wartawan haruslah terjun ke lapangan, berjuang, serta menggali hal-hal yang eksklusif.

ü  Bertindak (action)

Wartawan tidak menunggu sampai peristiwa itu muncul, tetapi ia akan mencari dan mengamati dengan ketajaman naluri seorang wartawan.

ü  Berubah

Perubahan merupakan hukum utama jurnalisme. Media bukan lagi sebagai penyalur informasi, tapi fasilitator, penyaring dan pemberi makna dari sebuah informasi.

ü  Seni dan Profesi

Wartawan melihat dengan mata yang segar pada setiap peristiwa untuk menangkap aspek-aspek yang unik.

Peran Pers

Pers sebagai pelapor, bertindak sebagai mata dan telinga publik, melaporkan peristiwa-peristiwa di luar pengetahuan masyarakat dengan netral dan tanpa prasangka. Selain itu, pers juga harus berperan sebagai interpreter, wakil publik, peran jaga, dan pembuat kebijaksanaan serta advokasi.

Proses Informasi

Teknik pembuatan informasi atau berita  terangkum dalam konsep proses pembuatan berita (news processing), yang meliputi langkah-langkah sebagai berikut:

1.       News Planning yaitu perencanaan berita. Dalam tahap ini redaksi melakukan rapat proyeksi, yakni perencanaan tentang informasi yang akan disajikan. Acuannya adalah visi, misi, rubrikasi, nilai berita, dan kode etik jurnalistik. Dari rapat inilah ditentukan jenis dan tema-tema tulisan / berita yang akan dibuat dan dimuat, lalu dilakukan pembagian tugas di antara para jurnalis.

2.       News Hunting yaitu pengumpulan bahan berita. Setelah rapat proyeksi dan pembagian tugas, para jurnalis melakukan pengumpulan bahan berita, berupa fakta dan data, melalui peliputan, penelusuran referensi atau pengumpulan data melalui literatur, dan wawancara.

3.       News Writing yaitu penulisan naskah. Setelah data terkumpul, dilakukan penulisan naskah.

4.       News Editing yaitu penyuntingan naskah. Naskah yang sudah ditulis disunting dari segi redaksional (bahasa) dan isi (substansi). Dalam tahap ini dilakukan perbaikan kalimat, kata, sistematika penulisan, dan substansi naskah, termasuk pembuatan judul yang menarik dan layak jual serta penyesuaian naskah dengan space atau kolom yang tersedia.

 Teknik Dasar Menulis Berita

Dipadukan dengan "hasil pengamatan" terhadap situs berita seperti BBC, inilah lima teknik dasar menulis di media online, dengan fokus pada "tampilan naskah" di single page / single post. [6]

1.       Alinea pendek

Tulisan online, termasuk di blog, hendaknya menggunakan alinea (paragraf) pendek. idealnya, satu alinea maksimal lima baris (five lines per paragraph). Contoh terbaik bisa disimak situs BBC Indonesia.

2.       Jarak antar alinea

Harus ada jarang antar alinea, menyisakan "ruang kosong" atau "ruang putih" (white space) antar-alinea. Ini membuat naskah online mudah dipindai dan enak dibaca.

3.       Tidak ada indent

Tulisan online tidak mengenal indent, tekuk / lekuk ke dalam di awal alinea, seperti gaya naskah koran atau majalah. Ide penulisan online nomor 3 ini boleh diabaikan, tapi jadinya "tidak lazim". Coba simak situs-situs terkemuka, adakah indent?

4.       Rata kiri (align eft)

Ini optional. Tapi jika menggunakan "align justify", maka tulisan Anda akan terkesan formal, serius, dan kaku. Jarang sekali ada situs yang menggunakan "justify", misalnya situs instansi pemerintah yang "terbawa suasana formal-birokratis". Rata kiri akan membuat naskah menjadi nyaman dibaca, scannable, dan banyak menyisakan "ruang istirahat mata".

5.       Highlight

Akan lebih scannable dan enak dibaca jika tulisan online diberi tanda-tanda khusus pada bagian khusus, seperti ditebalkan (bold), dimiringkan (italic), diberi warna (color), atau di-block qoute. Ini akan menjadikan naskah online Anda "eye catching" menarik perhatian mata user.

 

Anatomi Berita

Seperti tubuh kita, berita juga mempunyai bagian-bagian, di antaranya adalah sebagai berikut:[7]

Ø  Judul atau kepala berita (headline),

Ø  Baris tanggal (dateline),

Ø  Teras berita (lead atau intro), dan

Ø  Tubuh berita (body).

Bagian-bagian tersebut tersusun secara terpadu dalam sebuah berita, sering didengar ialah susunan piramida terbalik:

Metode penulisan lebih mengarah kepada inti berita, hal mana lebih menekankan dari yang bersifat umum (generalis) menuju  ke hal yang khusus. Tujuannya adalah untuk memudahkan atau mempercepat pembaca dalam mengetahui apa yang diberitakan, dan juga memudahkan redaktur memotong bagian tidak / kurang penting yang terletak di bagian paling bawah dari tubuh berita. 

Lebih lengkap anatomi atau struktur berita dijelaskan sebagai berikut:

Pendahuluan

Pembuka suatu pokok persoalan yang akan dibahas dalam tulisan / berita.  Secara teknis, tidak boleh ditulis terlalu panjang dan memasuki pembahasan pokok permasalahan. Ia menjadi pintu gerbang pengenalan topik kepada pembaca untuk mengetahui alur tulisan dan tujuan penulis. Dalam pendahuluan, penulis melakukan pembatasan masalah dan pengertian-pengertian  sehingga pembaca sudah diset ke dalam logika tertentu. Jangan lupa juga ditulis waktu kejadian peristiwa berita atau kapan kejadiannya, tempat kajadianya, dan unsur waktu, perlu ditulis, hari, tanggal dan tempat.

Inti atau pembahasan

Merupakan tahap pemaparan pokok persoalan. Bagian ini  sering disebut inti atau pengembangan. Pada bagian ini penulis menjalin gagasan secara sistematis, logis dan dialektis ketika menempatkan pokok pikiran yang akan dibahas.  Pengembangan gagasan akan berpuncak pada  ketegasan mksud tulisan atau klimaks.

Penutup

Merupakan bagian akhir tulisan yang berisi kesimpulan, saran atau pendapat penulis tentang pokok persoalan yang dikemukannya sebagai arahan bagi pembaca. Ada dua cara menulis penutup, yaitu:

Penutup yang bersifat terbuka, yaitu derngan memberi peluang atau kesempatan kepada pembaca agar menarik kesimpulan sendiri mengenai pokok persoalan yang dibahas;

Penutup yang bersifat tertutup, yaitu penutup tulisan yang menyodorkan pendapat yang bersifat akhir. Pendapat yang bersifat akhir dibuat untuk disodorkan kepada pembaca tanpa ada kesempatan untuk menarik kesimpulan sendiri.

Pemilihan Judul Berita

Judul  berita (news headline) merupakan bagian berita yang pertama kali dilihat pembaca. Judul berita akan menentukan apakah pembaca akan membaca berita tersebut atau tidak. Berikut ini tata membuat judul berita:[8]

·         Menggambarkan, meringkas, atau mencerminkan isi berita.

·         Ringkas dan to the point (lugas);

·         Terdiri dari Subjek dan Predikat (Inggris: Subject + Verb);

·         Nama seseorang hanya digunakan dalam judul jika dia tokoh;

·         Menggunakan tanda kutip tunggal - jika berupa kutipan;

·         Jelas atau tidak bermakna ganda;

·         Menggunakan kalimat aktif;

·         Hindari kalimat tanya.

Sehingga pemilihan judul yang menarik, susunan kalimat yang baik, alur berita yang runtut dan penulisan yang tepat. Agar berita yang disajikan bisa benar-benar dinikmati oleh pembaca.

Perlu diketahui kata dalam judul boleh menghilangkan pre-fix atau awalan. Misalnya, "Ketua PA Blambangan Umpu Kumpulkan Hakim” atau Tim Tennis PTA Bandarlampung Kalahkan PA Blambangan Umpu", namun dalam lead dan tubuh berita tetap menggunakan awalan me (mengumpul atau mengalah).

Judul merupakan inti dari teras berita. harus jelas, mudah dimengerti dengan sekali baca dan menarik, sehingga mendorong pembaca untuk mengetahui lebih lanjut isi tulisan. Selain itu judul juga harus menggigit, perlu kejelasan makna asosiatif setiap unsur sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, dengan rumus kalimat lengkap SPOK (subjek, predikat, objek, dan keterangan), tetapi jika sebatas untuk judul juga boleh cukup kalimat SP (subjek dan predikat) atau SPO saja (subjek, predikat, objek), tanpa adanya unsur K (keterangan waktu/keterangan tempat).

Panjang judul hendaknya maksimal dua baris terdiri atas empat sampai enam kata, jika panjang judul satu baris maksimal terdiri atas lima kata, "Panitera PA Blambangan Umpu Kumpulkan Panitera Pengganti”

Semua kata di dalam judul dimulai dengan huruf besar, kecuali kata sambung seperti dan, di, yang, bila, dalam, pada, oleh, dan kata tugas lainnya yang ditentukan redaksi. Penulisan judul tidak boleh dimulai dengan angka. Hindari penggunaan singkatan yang tidak populer. Judul bersifat tenang dan tidak bombastis. Intinya jangan gunakan huruf kapital semua untuk judul posting/judul berita di media online/blog. Jangan pula All Caps dipakai di "news body".

Misalkan: Dubes Rusia Untuk Asean Temui Jaksa Agung Bahas Narkotika. Jangan:  DUBES RUSIA UNTUK ASEAN TEMUI JAKSA AGUNG BAHAS NARKOTIKA

 

Teras Berita

Dalam struktur berita ada bagian yang disebut lead atau teras berita. Teras berita adalah bagian berita yang terletak pada alinea pertama. Lead adalah paragraf pertama dalam berita yang mengandung gambaran umum suatu berita. [9]

Lead (teras berita) adalah sebuah tulisan pembuka yang menjadi titik penting bagi pembaca. Lead yang menarik, sangat boleh jadi akan merangsang pembaca untuk terus membaca isi berita atau artikel yang dbuat. Jika leadnya saja kurang menarik, pembaca dipastikan akan mengucapkan “wassalam” saja. Pembaca merasa cukup membaca sebatas judul, atau satu kalimat atau alinea di depan yang tak menarik itu. Dengan teras berita perlu mendapat perhatian uatama, dengan tujuan tulisan yang dbuat mampu menggoda pembaca untuk melanjutkan bacaannya.

Dengan ungkapan lain boleh dikatakan selain judul, lead adalah upaya memikat hati pembaca. Oleh karenanya lead menjadi begitu urgen, meskipun tidak pokok tentunya. Dalam dunia jurnalistik, kita bakal menemukan beberapa jenis lead. Ada empat jenis lead: lead berita langsung, lead pernyataan, lead peristiwa, dan lead untuk feature (berita ringan/berita kisah).

Menurut Abdul Chaer[10] menyebutkan bahwa lead yang fungsinya sama dengan intro dalam musik disebut juga teaser, penggoda, karena pada hakekatnya bagian awal dari tulisan tak ubahnya sebagai penggoda agar pembaca tertarik untuk membacanya terus.

Tips sederhana untuk membuat lead mudah yaitu pertama seorang penulsi berita cukup bertanya kepada dirinya sendiri tentang fakta-fakta yang ditemukan di lapangan. Pertanyaan yang harus ditanyakan adalah: Apa yang unik, atau paling penting atau tidak biasa dari sebuah kejadian? Siapa yang terlibat, siapa yang melakukan atau siapa yang memberikan penjelasan?

Setelah berhasil menjawab dua pertanyaan diatas maka seorang wartawan harus menjawab pertanyaan untuk membentuk sebuah lead, yaitu lead jenis apa yang lebih tepat dipakai, gaya bahasa seperti apa yang akan dipakai di dalam lead, dan apa yang lebih membuat pembaca tertarik untuk ditempatkan diawal.

Pertanyaan diatas mungkin terlihat mudah, tetapi dalam kenyataannya masih membuat penulis berita terutama pemula kesulitan. Akibatnya teras berita menjadi tidak fokus dan tidak menggambarkan keseluruhan isi dari berita tersebut.

Isi Berita dari Elemen Berita 5W+1H

Sesungguhnya sangatlah mudah untuk menulis berita cukup memakai rumus standar berdasarkan elemen atau unsur berita yang disebut dengan istilah ”5W+1H” (who, what, when, where, why, how) atau siapa, apa, kapan, dimana, kenapa, bagaimana.[11]

Berita merupakan laporan peristiwa atau catatan tentang suatu kejadian, sudah dapat dikatakan suatu peristiwa dipastikan mengandung keenam unsur tersebut sehingga untuk lebih memudahkan diuraikan sebagai berikut:

Who (siapa) artinya siapa-siapa saja yang terlibat dalam kejadian/peristiwa, di antaranya barangkali bisa pelaku, korban, pemeran utama, peran pengganti, figuran, orang, lembaga, organisasi, pejabat tertentu, dan lain sebagainya;

What (apa) dalam suatu peristiwa apa yang telah terjadi, kejadiannya apa, acara apa?

When (kapan) peristiwa/kejadiannya, daerah kajadianya, unsur waktu, biasa ditulis dalam bentuk hari dan tanggal, misalnya, pada hari Senin (22/4);

Where (dimana) kejadiannya, tempat acaranya itu di mana, unsur tempat, biasa ditulis, misalnya, "di Depan Gedung Pengadilan Agama Manna Jalan Raya Padangpanjang Manna" atau "di Lapangan Sekundang Manna Bengkulu Selatan";

Why (kenapa) peristiwa itu terjadi demikian, terus apa penyebabnya, apa latar belakangnya, apa tujuannya, mengapa itu dilakukan, dan sebagainya;

How (bagaimana) proses kejadiannya, apa saja acaranya, siapa saja pembicaranya jika ada, barang kali di situ ada polisi, kejadianya rusuh / aman, kondisi cuaca diguyur hujan / terik panas, pemateri menyampaikan apa saja, dan sebagainya.

Dengan demikian secara sederhana sebuah tulisan yang telah ditulis mengandung unsur 5W+1H sehingga layak disebut berita.

Berikut beberapa contoh berita sebagai pedoman bagi yang akan menulis berita apakah mengandung atau tidak dari  elemen who, what, when, where, why, how (siapa melakukan apa, kapan, di mana, mengapa, bagaimana).

Contoh berita dari: www.pitunews.com

Polisi Himbau Masyarakat Waspada Modus Pembobolan Bank

 

Jakarta-Polda Metro Jaya menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati saat menerima telepon yang mengaku dari bank tertentu dan meminta identitas nasabah. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, kasus pembobolan rekening nasabah BRI yang dialami Andi Maulana, tim asistensi Bawaslu DKI, yang videonya viral di media sosial (medsos) berawal dari penelepon yang mengaku dari bank tersebut.

 

“Mendapat telepon dari seseorang, lalu menanyakan identitas, nama, ibu kandung, alamat dan tanggal lahir. Kemudian disampaikan semua, sampai menanyakan kode rahasia yang tidak bisa disampaikan ke orang lain,” ujarnya di halamana Direktorat Kriminal Khusus PMJ, Jumat (16/3/2018).

 

Argo juga meminta agar masyarakat pengguna medsos waspada bila menemukan video berisi ajakan atau rayunan agar dikonfimasi ke pihak yang berkompeten. “Secara logika betul tidak, ada orang menelepon mengaku-ngaku. Hati-hati, harus dicek dari bank mana. Bisa dikroscek secara online dan menanyakan berbagai macam itu boleh. Masyarakat harus waspada menerima atau melihat dari media sosial,” terangnya. Pada kesempatan yang sama, Andi Maulana mengaku bahwa pemboboalan rekening miliknya bener terjadi pada Rabu 14 Maret 2018 sore.

 

Andi Maulana pun menyampaikan permohonan maaf atas viralnya video tersebut yang meresahkan dan menggangu kenyamanan masyarakat atas kejadian yang dialaminya.“Informasi yang saya sampaikan berisifat spontanitas pada saat setelah kejadian, setelah saya mengecek dan melapor ke Cabang BRI bahwa benar saldo rekening telah berkurang. Karen itu ada viral spontanitas yang saya lakukan,” akunya.

 

Menurut Andi, saat itu dia menerima telepon dari nomor 08217869xxxx yang tidak kenalnya serta mengaku dari BRI. “Orang tersebut melakukan bujuk rayu sehingga saya memberikan kode rahasia, orang tersebut bisa transaksi menggunakan rekening saya,” ujarnya. Diketahui pegawai Bawaslu DKI Jakarta mengaku menjadi korban aksi pembobolan rekening nasabah BRI. Saldo rekening miliknya berkurang secara misterius hingga jutaan rupiah. Kejadian tersebut lalu dilaporkan ke pihak BRI. (Jul)

 

Dari contoh di atas, dapat dibedah secara bersama-sama elemen beritanya yaitu:

Who (siapa) yang menyelenggarakan yaitu Polda Metro Jaya;

What (apa) acaranya yaitu mengadakan keterangan pers;

When (kapan) pelaksanaannya yaitu pada hari Jumat (16/3/2018);

Where (dimana) tempatnya yaitu bertempat di Polda Metro Jaya (PMJ), Jakarta;

Why (kenapa) harus diadakan yaitu Mengklarifikasi pernyataan Andi Maulana dan himbauan agar masyarakat waspada terhadap penipuan di bidang perbankan;

How (bagaimana) yaitu dihadiri Juru bicara Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dan korban penipuan perbankan BRI Andi Maulana.

K. Kesimpulan

Berita sebagai informasi baru dan penting mengenai suatu peristiwa, keadaan, gagasan, atau menarik untuk diketahui masyarakat Keterampilan menulis ditentukan kemampuan berpikir yang sistematik, logik dan dialektis, agar karya jurnalistik memaparkan pokok persoalannya secara runtut dan sistemis sehingga dimengerti khalayak. Dan struktur penulisan berita hendaknya piramida terbalik. Artinya, tingkat penyajian berita diukur dari prioritas unsur penting suatu berita dalam komposisinya. Semakin ke bawah tulian, isi atau informasi yang disajikan semakin tidak penting.

Daftar Pustaka

Abdul Chaer,  Bahasa Jurnalistik, Jakarta, Rineka Cipta, 2010.

R. Masri Sareb Putra, Teknik Menulis Berita dan Feature, Jakarta, 2006.

Luwi Ishwara, Catatan-Catatan Jurnalisme Dasar, Jakarta: Penerbit Buku Kompas 2005, dalam http://pelitaku.sabda.org.

http://id.wikipedia.org

http://hafizansyari.blogspot.com.

http://www.enjangmuhaemin.com.

http://www.romelteamedia.com.

http://pelitaku.sabda.org

http://jurnalistikpraktis.blogspot.com.

http://www.komunikasipraktis.com.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar