Cari Blog Ini

Sabtu, 17 Maret 2018

Jurnalistik Online 7: Teknik Perencanaan dan Peliputan Berita Online

Jurnalistik Online 7: Teknik Perencanaan dan Penulisan Berita Online





Media online (online media) disebut juga dengan istilah digital media adalah media yang tersaji secara online di internet. Media online secara umum, yaitu segala jenis atau format media yang hanya bisa diakses melalui internet berisikan teks, foto, video, dan suara. Secara khusus yaitu terkait dengan pengertian media dalam konteks komunikasi massa, yaitu media yang menyajikan karya jurnalistik (berita, artikel, feature) secara online.

Menulis berita di media online seperti  website, bukanlah praktek yang mudah dilakukan semua orang, tetapi bukan berarti sulit untuk dipelajari. Praktek merupakan kunci utama bagi seseorang untuk melatih dirinya agar mampu mengartikulasikan realitas ke dalam bentuk tulisan. Demikian juga penguasaan teknik menulis bukan sebuah jaminan seseorang dapat dikatakan pandai dan lihai. Semuanya membutuhkan banyak latihan dan kontiniu. Begitu juga dengan kegiatan jurnalistik membutuhkan keterampilan, keuletan dan ketepatan dalam penyajiannya. Dengan kata lain menulis berita untuk media online seperti website saat ini adalah suatu tuntutan.

Meskipun demikian menulis berita di media website merupakan gaya menulis online (online writing style) sehingga sedikit banyak juga diperlukan tekniknya, tidak berlebihan jika Penulis menyebut dengan uangkapan sederhana “tips pedoman dasar dan standar" dalam menulis berita di website, dengan harapan setelah menguasai dengan baik, lalu dipraktekkan maka dijamin kemampuan menulis akan berkembang bahkan bisa menulis berita seperti halnya wartawan profesional.

Gagasan penulisan artikel sederhana ini yang sebagaimana Penulis sebut di atas sesungguhnya terinspirasi dari pengelaman Penulis dipercaya sebagai koordinator tiga kali pindah tugas di pengadilan agama, dan ketika membaca berbagai berita terutama di salah satu fitur website www.badilag.net berita seputar peradilan agama, rata-rata pengadilan agama dan pengadilan tinggi agama menggirim berita untuk dimuat di website Badilag, ternyata semangat penulisan beritanya patut diberi apresiasi, namun barangkali penyajian dan teknik penulisan perlu dipoles agar menyesuaikan dengan teknik-teknik menulis berita pada umumnya khususnya di media online. 

 

Pengertian Berita

Berita adalah informasi baru atau informasi mengenai sesuatu yang sedang terjadi, disajikan lewat bentuk cetak, siaran, internet, atau dari mulut ke mulut kepada orang ketiga atau orang banyak. Laporan berita merupakan tugas profesi wartawan, saat berita dilaporkan oleh wartawan laporan tersebut menjadi fakta / ide terkini yang dipilih secara sengaja oleh redaksi pemberitaan / media untuk disiarkan dengan anggapan bahwa berita yang terpilih dapat menarik khalayak banyak karena mengandung unsur-unsur berita.[1]

Menurut A.M. Hoeta Soehoet dalam bukunya “Dasar-Dasar Jurnalistik”, berita bagi seseorang adalah keterangan mengenai suatu peristiwa atau isi pernyataan seseorang yang menurutnya perlu diketahui untuk mewujudkan filsafat hidupnya.

Dalam buku Here’s the News yang dihimpun oleh Paul De Maeseneer, berita didefinisikan sebagai informasi baru tentang kejadian yang baru, penting, dan bermakna (signifikan), yang berpengaruh pada para pendengarnya serta relevan dan layak dinikmati oleh mereka.

Definisi berita tersebut mengandung unsur-unsur:

o   Baru dan penting,

o   Bermakna dan berpengaruh,

o   Menyangkut hidup orang banyak,

o   Relevan dan menarik.

Jadi berita merupakan pemberitahuan yang mengungkap tentang kejadian atau hal yang terjadi pada waktu tertentu, sebagai informasi baru yang disajikan dalam pembacaan / penulisan yang jelas, aktual dan menarik.

Syarat Berita

Wartawan atau reporter tugasnya sama, mencari informasi yang menarik dan akhirnya dapat ditulis menjadi sebuah berita, demikian juga bagi yang dipercaya menulis berita di website. Tidak akan mungkin tulisan seorang kuli tinta atau reportase yang disampaikan reporter bila tidak mengerti  sama sekali tentang persoalan yang diinformasikannya. Oleh karena itu agar berita yang ditulis bernilai berita bahkan bernilai ilmu pengetahuan tentu ada beberapa prinsip dasar yang harus diketahui dalam menulis berita, sebagai salah satu syarat dikatakan berita.

Tujuannya agar tulisan yang disajikan di media website bisa disebut berita, tergantung dari kredibilitas dan keterampilan jurnalis yang menulis berita, sehingga sebuah berita memiliki syarat khusus yang harus menjadi standar.

Di antara syarat berita adalah sebagai berikut:[2]

a.       Fakta, yaitu bahwa sebuah berita merupakan fakta, bukan karangan (fiksi) atau dibuat-buat. Ada beberapa factor yang menjadikan berita tersebut fakta, yaitu kejadian nyata, pendapat (opini) narasumber dan pernyataan sumber berita. Opini atau pendapat pribadi wartawan atau reporter yang dicampuradukkan dalam pemberitaaan yang ditayangkan bukan merupakan suatu fakta dan bukan karya jurnalistik;

b.      Obyektif, yaitu berita harus sesuai dengan keadaan sebenarnya, tidak boleh dibumbui sehingga merugikan pihak yang diberitakan. Reporter atau wartawan dituntut adil, jujur dan tidak memihak, apalagi tidak jujur secara yuridis merupakan sebuah Pelanggaran Kode Etik Jurnalistik;

c.       Berimbang, yaitu bahwa sebuah berita biasanya dianggap berimbang apabila wartawan atau reporter memberi informasi kepada pembacanya, pendengarnya atau pemirsanya tentang semua detail penting dari suatu kejadian dengan cara yang tepat. Porsi harus sama, tidak memihak atau tidak berat sebelah. Reporter harus mengabdi pada kebenaran ilmu atau kebenaran berita itu sendiri dan bukan mengabdi pada sumber berita (check, re-check and balance) yang perlu didukung dengan langkah konfirmasi dari pihak-pihak yang terkait dalam pemberitaan;

d.      Lengkap, yaitu dimana berita yang lengkap adalah berita yang memuat jawaban atas pertanyaan who, what, why, when, where, dan how;

e.      Akurat yaitu berita yang ditampilkan harus tepat, benar dan tidak terdapat kesalahan. Akurasi sangat berpengaruh pada penilaian kredibilitas media maupun reporter itu sendiri. Akurasi berarti ketepatan bukan hanya pada detail spesifik tetapi juga kesan umum, cara detail disajikan dan cara penekannya.

Sementara agar berita mempunyai kelayakan atau standar berita oleh Enjang Muhaemin ada 4 syarat standar kelayakan berita dapat disajikan yaitu: penting, menarik, aktual, dan faktual.[3]

Dalam konteks jurnalistik, kata “penting” dapat dimaknai sebagai sesuatu yang utama, atau membutuhkan perhatian, atau sesuatu yang mendesak diketahui khalayak luas. Dikatakan menarik bila saja unik, langka, aneh, tidak lazim, atau sesuatu yang mengandung daya tarik insani (human interest). Biasanya ditulis dalam bentuk feature. Di dalamnya bisa karena ada unsur ketegangan, kecemasan, kepopuleran, atau sisi daya tarik insani lainnya. Berita yang menarik kendati tidak selalu bikin heboh, tapi tetap memiliki nilai tersendiri di hati pembaca. Ini sebabnya peristiwa, atau kejadian yang menarik tetap layak diberitakan. Penting atau menarik menjadi dua syarat yang bersifat fleksibel dalam menentukan sesuatu menjadi berita. Artinya bisa karena pentingnya saja, bisa karena menarik saja, tapi juga bisa kedua-duanya dengan kata lain penting dan sekaligus menarik.

Meskipun demikian penting dan menarik saja ternyata belum cukup pasalnya berita juga harus memenuhi dua syarat aktual (baru), dan faktual (nyata adanya, bukan rekayasa). Dua syarat ini tidak bisa dipilih hanya salah satunya saja. Keduanya harus menjadi pertimbangan mutlak menentukan kelayakan berita. Tanpa ini sepenting dan semenarik apa pun sesuatu, tidak bisa dikategorikan berita yang baik.  Peristiwa faktual yang menghebohkan puluhan tahun lalu, bukanlah berita untuk saat ini. Selain karena sudah basi, juga sudah kehilangan aktualitas.[4]

Dasar-Dasar Jurnalistik

Setiap penulis berita wajib memahami dan menguasai dasar-dasar jurnalistik (basics of journalisme) agar menjalankan aktivitas jurnalistik dengan baik dan benar. Penulis profesional tidak sekadar bisa menulis berita, tetapi juga memahami dan menaati aturan yang berlaku di dunia jurnalistik, terutama kode etik jurnalistik. Jika ada tulisannya asal atau beritanya ngawur dari segi penulisan ataupun dari segi substansi, kemungkinan besar penulis berita belum atau tidak memahami dan menguasai dasar-dasar jurnalistik itu sendiri.

Jurnalistik atau jurnalisme, menurut Luwi Ishwara dalam bukunya "Catatan-Catatan Jurnalisme Dasar". Jakarta: Penerbit Buku Kompas 2005, mempunyai ciri-ciri yang penting untuk kita perhatikan, yaitu:[5]

ü  Skeptis

Skeptis adalah sikap untuk selalu mempertanyakan segala sesuatu, meragukan apa yang diterima, dan mewaspadai segala kepastian agar tidak mudah tertipu. Inti dari skeptis adalah keraguan. Media janganlah puas dengan permukaan sebuah peristiwa serta enggan untuk mengingatkan kekurangan yang ada di dalam masyarakat. Wartawan haruslah terjun ke lapangan, berjuang, serta menggali hal-hal yang eksklusif.

ü  Bertindak (action)

Wartawan tidak menunggu sampai peristiwa itu muncul, tetapi ia akan mencari dan mengamati dengan ketajaman naluri seorang wartawan.

ü  Berubah

Perubahan merupakan hukum utama jurnalisme. Media bukan lagi sebagai penyalur informasi, tapi fasilitator, penyaring dan pemberi makna dari sebuah informasi.

ü  Seni dan Profesi

Wartawan melihat dengan mata yang segar pada setiap peristiwa untuk menangkap aspek-aspek yang unik.

Peran Pers

Pers sebagai pelapor, bertindak sebagai mata dan telinga publik, melaporkan peristiwa-peristiwa di luar pengetahuan masyarakat dengan netral dan tanpa prasangka. Selain itu, pers juga harus berperan sebagai interpreter, wakil publik, peran jaga, dan pembuat kebijaksanaan serta advokasi.

Proses Informasi

Teknik pembuatan informasi atau berita  terangkum dalam konsep proses pembuatan berita (news processing), yang meliputi langkah-langkah sebagai berikut:

1.       News Planning yaitu perencanaan berita. Dalam tahap ini redaksi melakukan rapat proyeksi, yakni perencanaan tentang informasi yang akan disajikan. Acuannya adalah visi, misi, rubrikasi, nilai berita, dan kode etik jurnalistik. Dari rapat inilah ditentukan jenis dan tema-tema tulisan / berita yang akan dibuat dan dimuat, lalu dilakukan pembagian tugas di antara para jurnalis.

2.       News Hunting yaitu pengumpulan bahan berita. Setelah rapat proyeksi dan pembagian tugas, para jurnalis melakukan pengumpulan bahan berita, berupa fakta dan data, melalui peliputan, penelusuran referensi atau pengumpulan data melalui literatur, dan wawancara.

3.       News Writing yaitu penulisan naskah. Setelah data terkumpul, dilakukan penulisan naskah.

4.       News Editing yaitu penyuntingan naskah. Naskah yang sudah ditulis disunting dari segi redaksional (bahasa) dan isi (substansi). Dalam tahap ini dilakukan perbaikan kalimat, kata, sistematika penulisan, dan substansi naskah, termasuk pembuatan judul yang menarik dan layak jual serta penyesuaian naskah dengan space atau kolom yang tersedia.

 Teknik Dasar Menulis Berita

Dipadukan dengan "hasil pengamatan" terhadap situs berita seperti BBC, inilah lima teknik dasar menulis di media online, dengan fokus pada "tampilan naskah" di single page / single post. [6]

1.       Alinea pendek

Tulisan online, termasuk di blog, hendaknya menggunakan alinea (paragraf) pendek. idealnya, satu alinea maksimal lima baris (five lines per paragraph). Contoh terbaik bisa disimak situs BBC Indonesia.

2.       Jarak antar alinea

Harus ada jarang antar alinea, menyisakan "ruang kosong" atau "ruang putih" (white space) antar-alinea. Ini membuat naskah online mudah dipindai dan enak dibaca.

3.       Tidak ada indent

Tulisan online tidak mengenal indent, tekuk / lekuk ke dalam di awal alinea, seperti gaya naskah koran atau majalah. Ide penulisan online nomor 3 ini boleh diabaikan, tapi jadinya "tidak lazim". Coba simak situs-situs terkemuka, adakah indent?

4.       Rata kiri (align eft)

Ini optional. Tapi jika menggunakan "align justify", maka tulisan Anda akan terkesan formal, serius, dan kaku. Jarang sekali ada situs yang menggunakan "justify", misalnya situs instansi pemerintah yang "terbawa suasana formal-birokratis". Rata kiri akan membuat naskah menjadi nyaman dibaca, scannable, dan banyak menyisakan "ruang istirahat mata".

5.       Highlight

Akan lebih scannable dan enak dibaca jika tulisan online diberi tanda-tanda khusus pada bagian khusus, seperti ditebalkan (bold), dimiringkan (italic), diberi warna (color), atau di-block qoute. Ini akan menjadikan naskah online Anda "eye catching" menarik perhatian mata user.

 

Anatomi Berita

Seperti tubuh kita, berita juga mempunyai bagian-bagian, di antaranya adalah sebagai berikut:[7]

Ø  Judul atau kepala berita (headline),

Ø  Baris tanggal (dateline),

Ø  Teras berita (lead atau intro), dan

Ø  Tubuh berita (body).

Bagian-bagian tersebut tersusun secara terpadu dalam sebuah berita, sering didengar ialah susunan piramida terbalik:

Metode penulisan lebih mengarah kepada inti berita, hal mana lebih menekankan dari yang bersifat umum (generalis) menuju  ke hal yang khusus. Tujuannya adalah untuk memudahkan atau mempercepat pembaca dalam mengetahui apa yang diberitakan, dan juga memudahkan redaktur memotong bagian tidak / kurang penting yang terletak di bagian paling bawah dari tubuh berita. 

Lebih lengkap anatomi atau struktur berita dijelaskan sebagai berikut:

Pendahuluan

Pembuka suatu pokok persoalan yang akan dibahas dalam tulisan / berita.  Secara teknis, tidak boleh ditulis terlalu panjang dan memasuki pembahasan pokok permasalahan. Ia menjadi pintu gerbang pengenalan topik kepada pembaca untuk mengetahui alur tulisan dan tujuan penulis. Dalam pendahuluan, penulis melakukan pembatasan masalah dan pengertian-pengertian  sehingga pembaca sudah diset ke dalam logika tertentu. Jangan lupa juga ditulis waktu kejadian peristiwa berita atau kapan kejadiannya, tempat kajadianya, dan unsur waktu, perlu ditulis, hari, tanggal dan tempat.

Inti atau pembahasan

Merupakan tahap pemaparan pokok persoalan. Bagian ini  sering disebut inti atau pengembangan. Pada bagian ini penulis menjalin gagasan secara sistematis, logis dan dialektis ketika menempatkan pokok pikiran yang akan dibahas.  Pengembangan gagasan akan berpuncak pada  ketegasan mksud tulisan atau klimaks.

Penutup

Merupakan bagian akhir tulisan yang berisi kesimpulan, saran atau pendapat penulis tentang pokok persoalan yang dikemukannya sebagai arahan bagi pembaca. Ada dua cara menulis penutup, yaitu:

Penutup yang bersifat terbuka, yaitu derngan memberi peluang atau kesempatan kepada pembaca agar menarik kesimpulan sendiri mengenai pokok persoalan yang dibahas;

Penutup yang bersifat tertutup, yaitu penutup tulisan yang menyodorkan pendapat yang bersifat akhir. Pendapat yang bersifat akhir dibuat untuk disodorkan kepada pembaca tanpa ada kesempatan untuk menarik kesimpulan sendiri.

Pemilihan Judul Berita

Judul  berita (news headline) merupakan bagian berita yang pertama kali dilihat pembaca. Judul berita akan menentukan apakah pembaca akan membaca berita tersebut atau tidak. Berikut ini tata membuat judul berita:[8]

·         Menggambarkan, meringkas, atau mencerminkan isi berita.

·         Ringkas dan to the point (lugas);

·         Terdiri dari Subjek dan Predikat (Inggris: Subject + Verb);

·         Nama seseorang hanya digunakan dalam judul jika dia tokoh;

·         Menggunakan tanda kutip tunggal - jika berupa kutipan;

·         Jelas atau tidak bermakna ganda;

·         Menggunakan kalimat aktif;

·         Hindari kalimat tanya.

Sehingga pemilihan judul yang menarik, susunan kalimat yang baik, alur berita yang runtut dan penulisan yang tepat. Agar berita yang disajikan bisa benar-benar dinikmati oleh pembaca.

Perlu diketahui kata dalam judul boleh menghilangkan pre-fix atau awalan. Misalnya, "Ketua PA Blambangan Umpu Kumpulkan Hakim” atau Tim Tennis PTA Bandarlampung Kalahkan PA Blambangan Umpu", namun dalam lead dan tubuh berita tetap menggunakan awalan me (mengumpul atau mengalah).

Judul merupakan inti dari teras berita. harus jelas, mudah dimengerti dengan sekali baca dan menarik, sehingga mendorong pembaca untuk mengetahui lebih lanjut isi tulisan. Selain itu judul juga harus menggigit, perlu kejelasan makna asosiatif setiap unsur sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, dengan rumus kalimat lengkap SPOK (subjek, predikat, objek, dan keterangan), tetapi jika sebatas untuk judul juga boleh cukup kalimat SP (subjek dan predikat) atau SPO saja (subjek, predikat, objek), tanpa adanya unsur K (keterangan waktu/keterangan tempat).

Panjang judul hendaknya maksimal dua baris terdiri atas empat sampai enam kata, jika panjang judul satu baris maksimal terdiri atas lima kata, "Panitera PA Blambangan Umpu Kumpulkan Panitera Pengganti”

Semua kata di dalam judul dimulai dengan huruf besar, kecuali kata sambung seperti dan, di, yang, bila, dalam, pada, oleh, dan kata tugas lainnya yang ditentukan redaksi. Penulisan judul tidak boleh dimulai dengan angka. Hindari penggunaan singkatan yang tidak populer. Judul bersifat tenang dan tidak bombastis. Intinya jangan gunakan huruf kapital semua untuk judul posting/judul berita di media online/blog. Jangan pula All Caps dipakai di "news body".

Misalkan: Dubes Rusia Untuk Asean Temui Jaksa Agung Bahas Narkotika. Jangan:  DUBES RUSIA UNTUK ASEAN TEMUI JAKSA AGUNG BAHAS NARKOTIKA

 

Teras Berita

Dalam struktur berita ada bagian yang disebut lead atau teras berita. Teras berita adalah bagian berita yang terletak pada alinea pertama. Lead adalah paragraf pertama dalam berita yang mengandung gambaran umum suatu berita. [9]

Lead (teras berita) adalah sebuah tulisan pembuka yang menjadi titik penting bagi pembaca. Lead yang menarik, sangat boleh jadi akan merangsang pembaca untuk terus membaca isi berita atau artikel yang dbuat. Jika leadnya saja kurang menarik, pembaca dipastikan akan mengucapkan “wassalam” saja. Pembaca merasa cukup membaca sebatas judul, atau satu kalimat atau alinea di depan yang tak menarik itu. Dengan teras berita perlu mendapat perhatian uatama, dengan tujuan tulisan yang dbuat mampu menggoda pembaca untuk melanjutkan bacaannya.

Dengan ungkapan lain boleh dikatakan selain judul, lead adalah upaya memikat hati pembaca. Oleh karenanya lead menjadi begitu urgen, meskipun tidak pokok tentunya. Dalam dunia jurnalistik, kita bakal menemukan beberapa jenis lead. Ada empat jenis lead: lead berita langsung, lead pernyataan, lead peristiwa, dan lead untuk feature (berita ringan/berita kisah).

Menurut Abdul Chaer[10] menyebutkan bahwa lead yang fungsinya sama dengan intro dalam musik disebut juga teaser, penggoda, karena pada hakekatnya bagian awal dari tulisan tak ubahnya sebagai penggoda agar pembaca tertarik untuk membacanya terus.

Tips sederhana untuk membuat lead mudah yaitu pertama seorang penulsi berita cukup bertanya kepada dirinya sendiri tentang fakta-fakta yang ditemukan di lapangan. Pertanyaan yang harus ditanyakan adalah: Apa yang unik, atau paling penting atau tidak biasa dari sebuah kejadian? Siapa yang terlibat, siapa yang melakukan atau siapa yang memberikan penjelasan?

Setelah berhasil menjawab dua pertanyaan diatas maka seorang wartawan harus menjawab pertanyaan untuk membentuk sebuah lead, yaitu lead jenis apa yang lebih tepat dipakai, gaya bahasa seperti apa yang akan dipakai di dalam lead, dan apa yang lebih membuat pembaca tertarik untuk ditempatkan diawal.

Pertanyaan diatas mungkin terlihat mudah, tetapi dalam kenyataannya masih membuat penulis berita terutama pemula kesulitan. Akibatnya teras berita menjadi tidak fokus dan tidak menggambarkan keseluruhan isi dari berita tersebut.

Isi Berita dari Elemen Berita 5W+1H

Sesungguhnya sangatlah mudah untuk menulis berita cukup memakai rumus standar berdasarkan elemen atau unsur berita yang disebut dengan istilah ”5W+1H” (who, what, when, where, why, how) atau siapa, apa, kapan, dimana, kenapa, bagaimana.[11]

Berita merupakan laporan peristiwa atau catatan tentang suatu kejadian, sudah dapat dikatakan suatu peristiwa dipastikan mengandung keenam unsur tersebut sehingga untuk lebih memudahkan diuraikan sebagai berikut:

Who (siapa) artinya siapa-siapa saja yang terlibat dalam kejadian/peristiwa, di antaranya barangkali bisa pelaku, korban, pemeran utama, peran pengganti, figuran, orang, lembaga, organisasi, pejabat tertentu, dan lain sebagainya;

What (apa) dalam suatu peristiwa apa yang telah terjadi, kejadiannya apa, acara apa?

When (kapan) peristiwa/kejadiannya, daerah kajadianya, unsur waktu, biasa ditulis dalam bentuk hari dan tanggal, misalnya, pada hari Senin (22/4);

Where (dimana) kejadiannya, tempat acaranya itu di mana, unsur tempat, biasa ditulis, misalnya, "di Depan Gedung Pengadilan Agama Manna Jalan Raya Padangpanjang Manna" atau "di Lapangan Sekundang Manna Bengkulu Selatan";

Why (kenapa) peristiwa itu terjadi demikian, terus apa penyebabnya, apa latar belakangnya, apa tujuannya, mengapa itu dilakukan, dan sebagainya;

How (bagaimana) proses kejadiannya, apa saja acaranya, siapa saja pembicaranya jika ada, barang kali di situ ada polisi, kejadianya rusuh / aman, kondisi cuaca diguyur hujan / terik panas, pemateri menyampaikan apa saja, dan sebagainya.

Dengan demikian secara sederhana sebuah tulisan yang telah ditulis mengandung unsur 5W+1H sehingga layak disebut berita.

Berikut beberapa contoh berita sebagai pedoman bagi yang akan menulis berita apakah mengandung atau tidak dari  elemen who, what, when, where, why, how (siapa melakukan apa, kapan, di mana, mengapa, bagaimana).

Contoh berita dari: www.pitunews.com

Polisi Himbau Masyarakat Waspada Modus Pembobolan Bank

 

Jakarta-Polda Metro Jaya menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati saat menerima telepon yang mengaku dari bank tertentu dan meminta identitas nasabah. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, kasus pembobolan rekening nasabah BRI yang dialami Andi Maulana, tim asistensi Bawaslu DKI, yang videonya viral di media sosial (medsos) berawal dari penelepon yang mengaku dari bank tersebut.

 

“Mendapat telepon dari seseorang, lalu menanyakan identitas, nama, ibu kandung, alamat dan tanggal lahir. Kemudian disampaikan semua, sampai menanyakan kode rahasia yang tidak bisa disampaikan ke orang lain,” ujarnya di halamana Direktorat Kriminal Khusus PMJ, Jumat (16/3/2018).

 

Argo juga meminta agar masyarakat pengguna medsos waspada bila menemukan video berisi ajakan atau rayunan agar dikonfimasi ke pihak yang berkompeten. “Secara logika betul tidak, ada orang menelepon mengaku-ngaku. Hati-hati, harus dicek dari bank mana. Bisa dikroscek secara online dan menanyakan berbagai macam itu boleh. Masyarakat harus waspada menerima atau melihat dari media sosial,” terangnya. Pada kesempatan yang sama, Andi Maulana mengaku bahwa pemboboalan rekening miliknya bener terjadi pada Rabu 14 Maret 2018 sore.

 

Andi Maulana pun menyampaikan permohonan maaf atas viralnya video tersebut yang meresahkan dan menggangu kenyamanan masyarakat atas kejadian yang dialaminya.“Informasi yang saya sampaikan berisifat spontanitas pada saat setelah kejadian, setelah saya mengecek dan melapor ke Cabang BRI bahwa benar saldo rekening telah berkurang. Karen itu ada viral spontanitas yang saya lakukan,” akunya.

 

Menurut Andi, saat itu dia menerima telepon dari nomor 08217869xxxx yang tidak kenalnya serta mengaku dari BRI. “Orang tersebut melakukan bujuk rayu sehingga saya memberikan kode rahasia, orang tersebut bisa transaksi menggunakan rekening saya,” ujarnya. Diketahui pegawai Bawaslu DKI Jakarta mengaku menjadi korban aksi pembobolan rekening nasabah BRI. Saldo rekening miliknya berkurang secara misterius hingga jutaan rupiah. Kejadian tersebut lalu dilaporkan ke pihak BRI. (Jul)

 

Dari contoh di atas, dapat dibedah secara bersama-sama elemen beritanya yaitu:

Who (siapa) yang menyelenggarakan yaitu Polda Metro Jaya;

What (apa) acaranya yaitu mengadakan keterangan pers;

When (kapan) pelaksanaannya yaitu pada hari Jumat (16/3/2018);

Where (dimana) tempatnya yaitu bertempat di Polda Metro Jaya (PMJ), Jakarta;

Why (kenapa) harus diadakan yaitu Mengklarifikasi pernyataan Andi Maulana dan himbauan agar masyarakat waspada terhadap penipuan di bidang perbankan;

How (bagaimana) yaitu dihadiri Juru bicara Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dan korban penipuan perbankan BRI Andi Maulana.

K. Kesimpulan

Berita sebagai informasi baru dan penting mengenai suatu peristiwa, keadaan, gagasan, atau menarik untuk diketahui masyarakat Keterampilan menulis ditentukan kemampuan berpikir yang sistematik, logik dan dialektis, agar karya jurnalistik memaparkan pokok persoalannya secara runtut dan sistemis sehingga dimengerti khalayak. Dan struktur penulisan berita hendaknya piramida terbalik. Artinya, tingkat penyajian berita diukur dari prioritas unsur penting suatu berita dalam komposisinya. Semakin ke bawah tulian, isi atau informasi yang disajikan semakin tidak penting.

Daftar Pustaka

Abdul Chaer,  Bahasa Jurnalistik, Jakarta, Rineka Cipta, 2010.

R. Masri Sareb Putra, Teknik Menulis Berita dan Feature, Jakarta, 2006.

Luwi Ishwara, Catatan-Catatan Jurnalisme Dasar, Jakarta: Penerbit Buku Kompas 2005, dalam http://pelitaku.sabda.org.

http://id.wikipedia.org

http://hafizansyari.blogspot.com.

http://www.enjangmuhaemin.com.

http://www.romelteamedia.com.

http://pelitaku.sabda.org

http://jurnalistikpraktis.blogspot.com.

http://www.komunikasipraktis.com.


Rabu, 14 Maret 2018

Produk Berita TV 5: Membangun Rangkaian Program Berita


KERANGKA DASAR PROGRAM BERITA



Format
Program buletin harus diatur terpisah dengan iklan sehingga tidak banyak menganggu di satu segmen. Format juga bervariasi tergantung kepada durasi buletin dan waktu penayangannya. 

Rundown
Rundwon merupakan daftar berita yang diatur dengan sekuen yang logis yang dibuat dari satu sistem komputer redaksi. Rundown ini merupakan peta jalan dari berita dan produksi. Menjelang siaran, tim produser membagi tugas seperti penulisan naskah, mengatur prioritas editing tape dan grafik serta menentukan durasi setiap berita.

BERITA UTAMA
Setiap rundwon memerlukan berita utama (THE LEAD) yang memberikan awal yang kuat dan menarik para pemirsa kepada program buletin. Tanpa berita utama yang kuat kita seperti memberitahukan pemirsa tidak ada sesuatu yang penting terjadi hari ini dan tidak ada alasan untuk tetap duduk menonton.

Dalam pengembangan rundown, memilih berita utama merupakan keputusan yang paling penting. Sebagai produser mungkin kita tidak menentukan keputusan final karena pemred atau direktur pemberitaan di banyak redaksi memiliki otoritas menentukan mana yang jadi berita utama.

Mengelola Informasi Penting
Salah satu cara bagaimana kita memiliki berita utama yang kuat adalah melalui perencanaan. Mengapa harus menunggu berita utama muncu tiba-tiba dari peristiwa harian? Enterprise reporting (liputan yang menyeluruh dan mendalam) dan perencanaan awal akan melahirkan berita utama yang kuat. Enterprise lead akan memberi audiens berita yang unik serta memiliki alasan agar mereka tetap menonton.

Intinya, jangan biarkan berita utama di tangan dewa berita. Jangan tunggu sampai pagi hari untuk mengembangkan berita utama yang potensial. Rencanakan berita utama seawal mungkin. Bekerja lebih awal akan membuat para reporter memiliki peluang mengembangkan angle yang berbeda dan memproduksi berita yang membuat liputannya dapat dikenang.

Pengembangan Lead
Banyak perdebatan mengenai konsep apa yang membuat bagus berita utama. Namun setiap orang setuju bahwa berita yang kuat menyebabkan banyak orang tersentuh emosio, intelektual dan kehidupannya. Biasanya disebut juga a water-cooler story, berita yang dibicarakan di tempat bekerja mereka.

Berita utama perlu dikembangkan secara hati-hati. Oleh sebab itulah mengapa power producer menghabiskan banyak waktunya untuk mengerjakan berita utama. Mereka ingin yakin semua elemen berita terliput dan mempersentasikan kepada pemirsa agar mudah dipahami mengapa ini berita utama.

Pengemasan Berita Awal
Terdapat beberapa cara untuk membuat paket berita utama terlihat penting. Cara yang populer adalah liputan besar dan tim yang besar.Untuk membuat berita utama paket durasinya harus panjang. Buatlah berita utama lebih dari satu berita.Kembangkan berita lain untuk meletakkan berita utama dalam konteks atau menambah aspek kemanusiaan.

Tempatkan semua berita yang terkait berita utama dengan grafik seperti “Top Story” 

Cara yang biasa dilakukan untuk menjual berita utama adalah dengan laporan live reporter dari lokasi peristiwa.

Tipe lead lainnya
Kadang-kadang produser tidak memiliki berita yang kuat atau bahkan berita kuat yang tidak jelas. Bahkan mungkin pula memiliki apa yang disebut umbrella lead.

Masalah lainnya ketika produser memilih sebuah berita utama. Dulu pernah ada konvensi menahan berita utama sampai jam 18.00 namun sekarang tidak lagi terjadi. Namun demikian kita bisa menjaga kepentingan audiens dengan memilih berita utama yang berbeda. Misalnya setengah jam pertama dengan berita yang ditujukan kepada audiens spesifik. Setengah jam kemudian menyajikan berita dengan perlakuan berbeda.

PEMBUKA
Buletin berita harus dimulai dengan berita sekuat mungkin. Tidak hanya buletin berita ini memerlukan berita utama yang kuat tetapi juga rekaman yang sudah diproduksi terlebih dahulu dan bahkan membuat reaser untuk menjangkau penonton sebanyak mungkin.

Pembuka Acara
Pembukaan biasanya dengan menyebutkan nama presenter saja. Namun dengan membuka buletin dengan berita secepat mungkin akan memberi kesempatan untuk merangkul auidens lebih cepat.

Kecepatan Tarik Pemirsa
Selama bertahun-tahun power producer belajar bahwa kita perlu untuk secepat mungkin masuk berita untuk mempertahankan audiens. Cara terbaik adalah dengan menghilangkan break. Ini berarti tidak iklan antara lead in dan lead out program dan buletin.

SEGMEN
Saat buletin berita yang mulai langkah berikutnya mengisi blok-blok di rundown. Blok ini antara berita dan iklan. Blok ini berisi berita mengenai olahraga, lalu lintas, internasional atau cuaca. Cara menamai blok bermancam-macam tergantung dari sistem yang digunakan oleh redaksi. Setiap blok memainkan peran penting dalam buletin berita.

Segmen A
Blok A merupakan blok paling penting untuk merangkul penonton. Untuk alasan itu blok ini biasanya lebih panjang. Gagasannya mencegah penonton lari ke televisi lain atau ke televisi pesaing. Biasanya disebut “front-loading”. Beberapa stasiun televisi menentukan blok  ini lebih panjang antara 10 sampai 11 menit.

Kadang-kadang satu stasiun televisi menyebutnya mini buletin karena didalamnya ada berita utama dilanjutkan dengan berita singkat olahraga atau cuaca.

Segmen B
Di blok ini kita menyimpan berita lainnya atau bahkan laporan khusus. Dengan mempromosikan di akhir segmen A maka bisa menahan penonton untuk tetap di saluran kita. Mulailah blok B dengan berita yang hampir penting seperti halnya berita utama. Mulailah blok ini dengan bambar vieo yang kuat dan jangan pernah memulai dengan “reader”.


Segmen Informasi Cuaca
Laporan cuaca biasanya lebih penting dari berita lainnya. Peneliti di Amerika menemukan laporan cuaca menjadi berita di atas ketika ditanya soal berita yang penting. Hal ini masuk akal karena cuaca mempengaruhi hampir setiap orang dalam kehidupannya. Sumber: www.bmkg.go.id


Segmen Olah Raga
Namun di sisi lain di Amerika, segmen sport biasanya rendah penonton. Penggemar olahraga biasanya kaum muda dan jarang melihat berita. Namu demikian olahraga tetap penting untuk diliput. Pemasang iklan menyukai olahraga karena penonton muda.

Power producer berusaha menempatkan berita kuat sekitar olahraga atau cuaca. Laporan mengenai cuaca buruk seperti tornado atau hurikane merupakan hal menarik terkait dengan laporan cuaca.


Segmen Lain-lain
Tentu saja tidak semua buletin diproduksi dengan pembagian blok yang sederhana. Bukan ide yang buruk menempatkan laporan cuaca sebelum break dengan informasi akan kembali dengan laporan lebih besar.


Segmen Terakhir
Segeman terakhir di buletin berita biasanya menempatkan berita terakhir, kata penutup dari presenter dan menyebutkan program berikutnya. Namun kita dapat memasukkan lagi berita-berita utama secara singkat atau menyampaikan informasi terbaru atas breaking news. Bisa juga presenter menyampaikan apa berita besar hari berikutnya. Penonton tidak hanya ingin tahu apa yang terjadi tetapi juga yang akan terjadi. Selain itu dapat disampaikan berita menarik hari berikutnya dan lanjutan berita hari ini. Ini semacam promosi yang cerdas serta memberikan alasan kepada penonton agar kembali menyaksikan acara kita.

Program yang Berdurasi Panjang
Seperti halnya program buletin setengah jam, program satu jam memerlukan perlakukan khusus. Teori bertahan menonton yang dipegang programer menyebutkan audiens itu berpindah saluran pada satu jam siaran meskipun tidak lagi berlaku setelah adanya remote control. 

Namun dalam siaran satu jam khususnya berita yang dimulai pukul 1700 maka akan memiliki berita utama kedua pada pukul 17.39 didahului dengan beberapa promo agar penonton tetap bertahan selama setengah jam ke depan.
Siaran satu jam memerlukan berita utama pada akhir jam karena kita mempromokannya pada akhir segemen A dan beberapa lainnya sepanjang siaran.

Sumber Pustaka:

1.  Andi Fachruddin, Dasar-Dasar Produksi Televisi, Jakarta, Prenada Media Group, 2012
2.  Askurifai Baksin, Jurnalistik Televisi, Bandung, Simbiosa, 2006
3.  Morissan, Manajemen Media Penyiaran, Prenada Media Group, 2009
4.  Fred Wibowo, Teknik Produksi Program Televisi, Yogyakarta, Pinus, 2007


Rabu, 28 Februari 2018

Produksi Berita TV 3-4: Proses Produksi Berita TV


Makin canggihnya teknologi berimbas pada perkembangan teknologi penulisan berita. Kita tahu berita merupakan kumpulan informasi dari narasumber kepada pencari berita. Perkembangan teknologi versus berita, sama-sama bergerak pada suatu kebutuhan yang saling berkaitan. Teknologi dituntut untuk berkembang sehingga berita dapat tersalurkan secepat mungkin kepada sasaran pemberitaan. Berita dituntut Up To Date karena banyaknya kebutuhan hidup yang membutuhkan informasi. Tak hanya itu, berita harus menarik dari segi informasi maupun kemasan/ tampilan agar narasumber merasa puas apabila informasi yang disampaikan tepat kepada sasaran yang ditujukan.

A.Teknik Meliput & Menulis Berita
TV
Teknik peliputan dan penulisan berita merupakan hal mendasar yang perlu dikuasai para jurnalis yang bekerja di media
televisi. Setiap media memiliki apa yang disebut kriteria kelayakan style penulisan berita karena masing-masing media memiliki kebijakan redaksional (editorial policy), sesuai visi dan misi atau idiologi yang dianutnya (segmentasi media).
B.Kelayakan Berita
Berikut
adalah sejumlah kriteria kelayakan berita, yang bersifat umum untuk semua media:
-         Penting.
-         Aktual.
-         Unik.
-         Asas Kedekatan (proximity).
-         Asas Keterkenalan (prominence).
-         Magnitude
, berarti "kekuatan" dari suatu peristiwa seperti tsunami
-         Human Interest.
-         Unsur konflik
-         Trend. Misalnya, suatu gaya mode tertentu yang unik
dan sebagainya.

C. Proses pembuatan berita
Proses pembuatan berita pada prinsipnya tak banyak berbeda di semua media. Di media yang sudah mapan, biasanya telah dibuat semacam prosedur operasional standar (SOP) dalam pembuatan berita, untuk menjaga kualitas berita yang dihasilkan.
Proses pembuatan berita biasanya dimulai dari rapat redaksi, yang juga merupakan jantung operasional media pemberitaan. Rapat redaksi merupakan kegiatan rutin, yang penting bagi pengembangan dan peningkatan kualitas berita yang dihasilkan. Namun rumus umum dalam penulisan berita masih mengacup pada : 5 W+1H (what, why, who, when, where dan How). Di zaman orde baru ditambah dengan S (security/aman) dan di zaman reformasi H (Heart/hati)

D. Materi Rapat Redaksi:
1. Untuk mengkoordinasikan kebijakan redaksi dan liputan.
2.
Untuk menjaga kelancaran komunikasi antar staf redaksi (komunikasi antara reporter, juru kamera, staf riset, redaktur, dan sebagainya).
3.
Untuk memecahkan masalah yang timbul sedini mungkin (potensi hambatan teknis dalam peliputan, keterbatasan sarana/alat untuk peliputan, keamanan dalam peliputan, dan sebagainya)
4.
Untuk menghasilkan hasil liputan yang berkualitas.

E. Menggali Informasi
Tugas seorang reporter pada dasarnya adalah mengumpulkan informasi, yang membantu publik untuk memahami peristiwa-peristiwa yang mempengaruhi kehidupan mereka. Penggalian informasi ini membawa sang reporter untuk melalui atau tahapan peliputan:
Tahapan pertama, adalah fakta-fakta permukaan. Seperti: siaran pers, konferensi pers, rekaman pidato, dan sebagainya


Tahapan kedua, adalah upaya pelaporan yang dilakukan sendiri oleh si reporter. Di sini, sang reporter melakukan verifikasi, pelaporan investigatif, liputan atas peristiwa-peristiwa spontan, dan sebagainya. Di sini, peristiwa sudah bergerak di luar kontrol narasumber awal. Misalnya, ketika si reporter tidak mentah-mentah menelan begitu saja keterangan Humas Perusahaan yang membangun perumahan mewah The Mutiara Makassar yang tembok pagarnya roboh dan menelan korban 8 orang warga tewas, tetapi si reporter datang ke lokasi kejadian dan mewawancarai langsung para keluarga korban..


Tahapan ketiga, adalah interpretasi (penafsiran) dan analisis. Di sini si reporter menguraikan signifikansi atau arti penting suatu peristiwa, penyebab-penyebabnya, dan konsekuensinya. Publik tidak sekadar ingin tahu apa yang terjadi, tetapi mereka juga ingin tahu bagaimana dan mengapa peristiwa itu terjadi. Apa makna peristiwa itu bagi mereka, dan apa yang mungkin terjadi sesudahnya (dampak susulan dari peristiwa tersebut).

F. Menulis dan Ragam Berita
1.Berita media dapat dibagi dua:
·        straight news
·        feature news (karangan khas)
Menulis adalah pekerjaan seni. Pelukis terkenal Sudjojono pernah ditanya seseorang, "Bagaimana Anda melukis?" Sudjojono malah balik bertanya, "Apakah saudara punya buku panduan naik sepeda?" Begitulah. Menulis berita pun tak jauh beda dengan pekerjaan melukis.


2.Dalam menulis berita memperhatikan beberapa hal :
A.Judul
Judul berita sebisa mungkin dibuat dengan kalimat pendek dan hendaknya menggunakan kalimat aktif agar daya dorongnya lebih kuat
B.Lead
Lead bisa menjadi penentu seorang pembaca akan melanjutkan bacaannya atau tidak. Namun, hal yang tak boleh dilupakan dalam menulis lead adalah unsur 5W + 1H (Apa/What, Di mana/Where, Kapan/When, Mengapa/Why, Siapa/Who dan Bagaimana/ How).
C.Badan Berita
Penentuan lead ini juga membantu reporter menginventarisasi bahan-bahan berita. Sehingga penulisan berita menjadi terarah dan tidak keluar dari lead. Inilah yang disebut badan berita. Ada hukum lain selain soal unsur pada poin 1 tadi, yakni piramida terbalik. Semakin ke bawah, detail-detail berita semakin tidak penting. Sehingga ini akan membantu editor memotong berita jika space tidak cukup tanpa kehilangan pentingnya berita itu sendiri.
D.Bahasa
Bahasa menjadi elemen yang penting dalam berita. Bayangkan bahwa pembaca itu berasal dari beragam strata. Bahasa yang digunakan untuk berita hendaknya bahasa percakapan. Hilangkan kata bersayap, berkabut bahkan klise. Jika narasumber memberikan keterangan dengan kalimat-kalimat klise, seorang reporter yang baik akan menerjemahkan perkataan narasumber itu dengan kalimat-kalimat sederhana. Tentu saja kita tidak mengerti jargon-jargon yang seperti, "Disiplin Mencerminkan Kepribadian Bangsa" yang ditulis besar-besar pada spanduk. Siapa yang peduli bangsa? Berita yang bagus adalah berita yang dekat dengan pembaca.
E.Ekstrak
 Jangan pernah menganggap pembaca sudah tahu berita yang ditulis. Dalam menulis berita seorang reporter harus menganggap pembaca belum tahu peristiwa itu, meski peristiwanya terus berlanjut dan sudah berlangsung lama. Tapi juga jangan menganggap enteng pembaca, sehingga timbul kesan menggurui. Menuliskan ekstrak peristiwa sebelumnya dalam berita dengan perkembangan terbaru menjadi penting.


Proses pembuatan berita di TV di sebuah negara pada prinsipnya tak banyak berbeda dengan proses yang berlangsung di banyak stasiun TV di belahan dunia lainnya. Rata-rata TV DI Indonesia telah dibuat semacam standar operasional prosedur (SOP) dalam pembuatan berita. SOP ini digunakan untuk menjaga kualitas berita yang dihasilkan oleh Divisi Berita. Namun SOP ini di kebanyakan TV di tanah air, relatif belum lama tersusun, bahkan mungkin juga belum diterapkan secara sempurna. Saat ini, Divisi Berita setiap TV berupaya menerapkannya, sambil terus menerus menyempurnakan di sana-sini.
Berkaitan dengan hal ini, yang perlu disadari oleh insan pertelevisian adalah bahwa jantung operasional sebuah Divisi Berita adalah rapat redaksi. Rapat redaksi adalah kegiatan rutin, yang penting bagi pengembangan dan peningkatan kualitas tayangan berita dari stasiun TV bersangkutan.

1.
Sasaran Rapat Redaksi:

A. Untuk mengkoordinasikan kebijakan redaksi dan liputan.
B. Untuk menjaga kelancaran komunikasi antar staf redaksi.
C. Untuk memecahkan masalah yang timbul sedini mungkin.
D. Untuk menghasilkan tayangan yang berkualitas.
Masalah akan timbul ke permukaan bila hasil rapat redaksi tidak pernah di bagikan kepada tim liputan dilapangan tetapi hanya di telan oleh mereka yang mewakili bidangnya masing-masing dalam rapat. Hal ini banyak terjadi di stasiun televisi di negara-negara berkembang.

2.Kebijakan tentang Rapat Redaksi:
A. Kepala Divisi Berita mengadakan rapat mingguan dengan seluruh producer, asisten producer, koordinator juru kamera dan koordinator presenter, untuk membahas rencana dan atau masalah institusi yang berkaitan dengan liputan, redaksi, dan perusahaan.
B. Selain rapat mingguan yang dipimpin Kepala Divisi Berita, ada juga rapat mingguan yang dilakukan oleh sejumlah program acara. Misalnya kalau di TVRI: Suku-suku, Indonesia Hijau, Program Dialog dan masing-masing Warta. Rapat ini biasanya bertujuan untuk: mengkoordinasikan rencana dan gagasan liputan; mencari solusi atas masalah yang muncul; dan mengevaluasi tayangan dan hasil liputan minggu sebelumnya.
C. Selain rapat mingguan, ada rapat harian yang dilakukan oleh masing-masing program (program berita harian, seperti: Selamat Pagi Nusantara, Salam Dari Desa, Warta siang dan Warta Lainnya). Tujuannya adalah untuk: mengkoordinasikan rencana dan gagasan liputan; menjaga kesinambungan materi liputan antar program pada hari itu; mengevaluasi tayangan dan hasil liputan hari itu; dan mencari solusi atas masalah yang muncul hari itu.

3.Tujuan membuat SOP adalah:
1. Untuk menyeragamkan kebijakan dan prosedur pembuatan berita.
2. Untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan peralatan.
3. Untuk menghasilkan dan menayangkan berita yang berkualitas
4. untuk mendorong munculnya ide/gagasan berita Setiap personel.
5. untuk mendorong pematangan perencanaan yang dilakukan setiap hari.

4.Hasil positip dari Rapat redaksi yang sesuai SOP meliputi:
a. Producer Program menghimpun gagasan berita yang didapat dari kru melalui riset, temuan lapangan, informasi, dan sebagainya, untuk dibahas dalam rapat redaksi.
b. Agenda berita, rundown, serta penugasan dibahas dalam rapat redaksi. Rapat juga dihadiri oleh reporter, juru kamera, periset, asisten produksi, dan koordinator peliputan.
c. Hasil rapat redaksi dituangkan dalam notulen. Rapat juga membuat lembar penugasan yang menjadi acuan Producer Program dan Koordinator Peliputan.
d. Producer Program dapat membuat TOR, yang akan menjadi panduan penugasan reporter, juru kamera, dan periset, serta memberikan TOR tersebut kepada tim yang bertugas.
e. Jika dibutuhkan grafis untuk mendukung tampilan berita yang ditayangkan, permohonan grafis, foto, dan animasi pendukung berita diajukan oleh Producer Program atau Associate Producer kepada Tim Grafis. Grafis yang dihasilkan oleh tim tersebut lalu dimasukkan ke dalam server.
f. Reporter dan juru kamera mengimplementasikan penugasan, dengan melakukan liputan di lapangan. Tim lapangan tersebut juga wajib mengembangkan dan memperkaya informasi. Periset membantu mengumpulkan data pendukung untuk diberikan kepada reporter.
g. Dalam perjalanan kembali ke studio, reporter dan juru kamera dapat mendiskusikan hasil liputan yang bersangkutan. Draft naskah dan shot list juga disiapkan. Sementara keputusan akhir mengenai angle dan content ditentukan dalam rapat kecil tersebut.
h. Juru kamera membuat shot list hasil rekaman. Kaset dan shot list kemudian diserahkan kepada reporter, dari reporter ke editor sebelum kemudian diambil oleh petugas Perpustakaan setelah selesai editing.
i. Berdasarkan gambar dan data yang diperoleh dilapangan Reporter membuat skrip atau naskah berita.
j. Asisten Producer atau Producer Program memeriksa dan memperbaiki naskah berita kemudian di edit.
k. Reporter me-rewrite setelah di edit oleh produser kemudian melakukan dubbing untuk narasi.
l. Selanjutnya Reporter menyerahkan hasil dubbing, foto copy naskah dan kaset materi shoting ke Editor untuk di edit.
m. Editor menempatkan hasil Edit sesuai dengan urutan dari item-item berita yang akan ditayangkan pada hari itu. Urutan ini sesuai dengan rundown akhir yang disusun Producer Program untuk keperluan tayang.

H. Proses Editing Dalam Penyiaran Berita
Proses pengeditan sangat berpengaruh besar terhadap apa yang akan ditayangkan. Saat ini dunia pertelevisian sungguh menunjang perkembangan teknologi. Sarana informasi yang baik adalah media elektronik (Televisi), karena program-program yang dirancang ditampilkan secara audio dan visual, membuat penyampaian pesannya lebih jelas dan menarik untuk penonton. Sesuai dengan judul pada tahap awal penulis akan memperkenalkan istilah-istilah, alat yang dibutuhkan untuk mengedit, dan menjabarkan bagaimana proses editing dalam penyiaran berita pada televisi.

1.    Pengertian Editor
Editor adalah seorang yng menyatukan teks, gambar, dan video menjadi sebuah clip, movie, dan film. Data-data yang sudah terkumpul diedit sedemikian rupa sehingga dapat dijadikan video clip, movie clip, news, film, dan documentation, itu semua tergantung keperluan.

2.    Pengertian Editing
Editing adalah proses menggerakan dan menata video shoot hasil rekaman dan gambar yang baru dan enak untuk dilihat. Secara umum pekerjaan editing adalah berkaitan dengan proses paska produksi seperti titling, colour correction, sound mixing, dll.
Berikut perlengkapan penunjang dalam pengeditan berita :
a.    Video Card (berbagai macam merk dan kualitas, dari snazzi sampai Pinnalce Liquid Edition)
b.    Editing Software (standart Adobe Premier, Final Cut Pro atau Avid Express)
c.     Monitor Display (min 17 ninci)
d.   Mic dan loadspeaker (untuk voice over/isi suara)
e.    VTR recorder (untuk merekam hasil edit)
f.     Monitor Audio dan Video (untuk mengecek hasil)

3.Tujuan Implementasi Proses Editing Dalam Penyiaran Berita
a.    Memberikan informasi tentang proses editing dalam penyiaran berita
b.    Mengatur tampilan pada layar yang terdiri dari teks, audio, dan video
c.    Mengaplikasikan teks, audio, dan video menjadi sebuah berita hingga layak ditayangkan
d.    Meminimkan kesalahan pada penayangan berita
e.    Membuat informasi yang diberitakan menjadi singkat, padat, jelas, dan bebobot dalam isi
f.    Bila pembuatan berita sudah mengikuti standar cara pembuatan, minimal tidak membuat bingung dan kecewa penonton.

I. PROSES PRODUKSI BERITA TELEVISI
Produksi berita televisi dilakukan sesuai SOP (standard operating procedure) produksi konten audio visual lainnya seperti film dan televisi. Sejumlah tahapan yang umum dalam industri audio visual harus dilalui untuk menghasilkan produk audio visual yang sesuai standar. Tahapan itu adalah:
- Pra Produksi
- Produksi
- Pasca Produksi

Idealnya tahapan-tahapan di atas dijalani secara berurutan. Artinya tahapan pertama harus selesai sebelum bisa melanjutkan ke tahapan berikutnya. Namun, berbeda dengan proses produksi sinetron atau film, produksi berita televisi dilakukan dengan cepat. Bahkan pada situasi tertentu tahapan satu dengan lainnya dilakukan secara bersamaan, sehingga tidak menunggu tahapan satu selesai sebelum bisa memulai tahapan selanjutnya.

Perbedaan lainnya adalah materi audio visual yang diburu. Produksi berita televisi memanfaatkan audio visual seperti apa adanya dan tanpa manipulasi. Sehingga pengambilan gambarnya pun dilakukan ‘as it happen’ atau saat sebuah peristiwa sedang berlangsung. Berikut adalah tahapan produksi pembuatan berita televisi.

1.
PRA PRODUKSI

Tahap Pra Produksi dipahami sama baik di industri film, televisi maupun lainnya. Tahapan ini adalah tahapan dimana perencanaan dan detil petunjuk pelaksanaan produksi konten audio visual dibuat. Misalnya perencanaan pengambilan gambar berdasarkan interpretasi sutradara film terhadap skenario yang digarapnya dibuat menggunakan papan gambar atau ‘story board’. Setiap detil sudut pengambilan gambar dibuat sketsanya sehingga saat pelaksanaan Director of Photography (DOP) memiliki panduan dalam mengatur shot.

Tapi dalam produksi berita harian televisi tidak perlu sampai seperti itu. Beberapa hal yang biasa dilakukan pada tahap pra produksi antara lain adalah riset dan daftar harapan atau WISHLIST. WISHLIST adalah daftar sejumlah hal yang diharapkan diperoleh tim liputan saat berada di lapangan. Salah satu unsur dalam WISHLIST adalah urutan VISUAL/SHOT LIST. VISUAL/SHOT LIST adalah urutan gambar yang diinginkan produser sehingga bisa dikatakan bahwa ini merupakan bentuk sederhana dari STORYBOARD. WISHLIST juga seringkali disamakan dengan TOR atau Terms Of Reference.

CONTOH WISHLIST:

WISH LIST 1

REP/CAM : ULUNG/ AMRUL
LOCATION : DEPOK
DURATION :
DEADLINE :
PROGRAM : TELAAH
PRODUSER : BHAYU SUGARDA

BACKGROUND:

Maraknya perselingkuhan menjadi salah satu yang mendorong orang untuk menyewa detektif swasta. Selain itu status pernikahan yang seringkali disembunyikan juga menjadi penyebab lainnya. Namun, yang menarik adalah detektif swasta marak di perkotaan. Apa kaitannya antara perselngkuhan dengan perkotaan? Apakah kehidupan perkotaan yang begitu individualistis yang mendorong orang untuk berselingkuh? Apakah benar masyarakat perkotaan lebih cenderung untuk melakukan perselingkuhan?

NARASUMBER : ERNA KARIN, SOSIOLOG

SOUNDBYTE TARGET:
“Perselingkuhan memang banyak terjadi di perkotaan. Jarangnya bertemu dan sifat individualistis yang kerap melanda masyarakat perkotaan juga mendorong ini terjadi...”

“Tekanan di tengah sosial masyarakat materialistis juga mendorong ini terjadi..sehingga orang cenderung menyembunyikan apa yang dianggap tidak lazim dari masyarakat...”

“kesibukan masyarakat perkotaan, karier, juga memicu orang untuk sulit berinteraksi dengan pasangan. Akhirnya yang muncul adalah kekecewaan dan pelarian...”

DATA TARGET:
• data perselingkuhan tahun 2008
• data perkawinan di bawah tangan/siri tahun 2008

VISUAL/SHOT LIST:
• set up sosiolog di tengah masyarakat yang penuh kesibukan
• format wawancara yang suram kalo bisa dipertahankan – tapi wajahnya jangan disembunyikan...hehehhe.

WISH LIST 2

REP/CAM : ASTI/ IGUN
LOCATION : PANCORAN
DURATION :
DEADLINE :
PROGRAM : TELAAH
PRODUSER : BHAYU SUGARDA

BACKGROUND:

BODY GUARD ada yang profesional dengan sejumlah skill yang memang diperlukan dalam bertugas. Seperti bela diri, penggunaan senjata api, dll. Tapi ada sebagian yang menanganggap enteng pekerjaan sebagai body guard. Padahal ada seni dibalik itu.
NARA SUMBER: Satpam yang menawarkan jasa pengamanan pribadi atau body guard

SOUNDBYTE TARGET:
“yah saya pikir pengalaman sebagai satpam cukup untuk menjadi body guard. Karena saya bisa bela diri...lagipula saya khan punya sertifikat satpam!”
“Kalo ada orang yang macam2 saya pake jurus ini...ciaaaaat”
“sejauh ini klien saya tidak pernah mengeluh. Bahkan saya pun sering diminta menjaga pak RT dan acara besar lainnya seperti 17 agustusan...”
“kalo saya berhadapan dengan preman saya tidak takut...saya tidak perlu senjata...karena saya khan punya jimat ini nih...”

DATA TARGET:
• Berapa lama bekerja sebagai satpam?
• Berapa banyak kliennya sejauh ini?
• Sudah menjadi body guard berapa lama?
• Siapa saja kliennya?
• Tarifnya berapa?

VISUAL/SHOT LIST:
• visual dia latihan
• visual dia lagi bertugas
• visual dia lagi berkumpul bersama satpam tempat dia bekerja dulu

Untuk sebuah laporan mendalam dengan durasi 30 menit, WISHLIST dibuat berdasarkan porsi dari liputan mendalam itu yang akan dilakukan keesokan harinya. Sehingga WISHLIST yang dibuat bisa lebih dari satu dan satu WISHLIST bisa melengkapi WISHLIST lainnya. Satu SEGMEN bisa dibuat dengan 4 atau 5 wishlist.

2.PRODUKSI

Rencana yang dibuat dengan WIHSLIST bisa jadi berbeda dengan kondisi lapangan. Misalnya nara sumber yang ditargetkan untuk menjadi tokoh utama cerita ternyata tidak seperti yang dibayangkan. Belum lagi apabila terjadi perkembangan lain yang jauh lebih menarik. Jika ini terjadi maka seorang Produser harus memiliki alternatif rencana sehingga proses produksi tetap bisa berjalan tanpa membuang biaya percuma.
Biasanya 1 WISHLIST bisa diselesaikan dalam waktu sehari. Untuk liputan harian, hasil liputan memiliki target untuk ditayangkan pada program berita harian terdekat. Misalnya liputan pagi akan ditayangkan untuk program berita sore. Sedangkan hasil liputan siang untuk program berita harian malam. Sementara untuk laporan mendalam, liputan yang belum selesai karena satu dan lain hal bisa dilanjutkan keesokan harinya.

Berkaitan dengan lama produksi tim liputan dalam sehari, aturan yang berlaku mengikuti aturan umum karyawan yaitu sekitar 9 jam. Jam bekerja itu sudah termasuk proses membuat ‘rough-cut’ atau edit kasar dari hasil liputan bagi campers dan skrip bagi reporter, sehingga memudahkan editor yang akan meng-edit hasil liputan. Skrip akan di-edit oleh produser dan audio visual akan di-edit oleh editor visual. Dengan demikian produksi di lapangan otomatis hanya sekitar 5 s/d 6 jam. Karena itu perencanaan perlu dibuat sematang mungkin sehingga pada saat pelaksanaannya semua berjalan lancar dan hasilnya memuaskan.

3.PASCA PRODUKSI

Pada tahapan ini, skrip yang telah di-edit produser dan ‘rough cut’ buatan campers akan diserahkan kepada editor visual. Reporter akan mendampingi editor untuk membantu ‘dubbing’ atau membacakan narasi serta mendampinginya meng-edit hasil liputan. Pendampingan ini perlu agar laporan akurat baik secara narasi maupun secara audio-visual. Hasil akhir akan di-preview oleh produser sebelum akhirnya tayang. Jika ada perbaikan produser berhak meminta editor dan reporter untuk mengedit ulang laporan itu.

Sementara untuk laporan mendalam, hasil liputan reporter diserahkan kepada produser. ‘Rough cut’ buatan campers diserahkan ke editor dan skrip diserahkan ke produser untuk diolah lebih lanjut menjadi tayangan yang koheren selama 30 menit. Untuk laporan mendalam selama 30 menit lama proses produksi (pra, produksi dan pasca produksi) bisa menghabiskan waktu 2 pekan atau 14 hari.

STEP BY STEP PRODUKSI LAPORAN MENDALAM

Tahapannya kurang lebih sebagai berikut:

PRA PRODUKSI

Hari 1:

Riset topik laporan mendalam untuk pitching saat rapat redaksi. Sejumlah ide topik disiapkan produser untuk dibahas lebih jauh dalam rapat redaksi. Supervising editor dan Pemred turut menghadiri rapat itu dan kemudian memutuskan topik yang akan digarap menjadi laporan mendalam.

Hari 2:

Riset mendalam dilakukan produser bersama dengan reporter. Tujuannya agar reporter mengerti betul arah dan tujuan liputan mendalam sebuah topik tertentu. Sehingga reporter tidak lagi bingung apa yang harus dilakukannya saat berada di lapangan. Selain itu, reporter menjadi lebih terlibat dalam membangun ‘story’ dan menjadi lebih peka terhadap dinamika lapangan.

Hari 3:

Produser bekerjasama dengan reporter mulai menentukan nara sumber serta pemilihan ‘human example’ atau tokoh utama laporan mendalam itu. Setelah pemilihan nara sumber telah disepakati, reporter menghubungi nara sumber untuk membuat janji liputan keesokan harinya. Sementara produser sudah mulai merangkai cerita dan mempersiapkan WISHLIST liputan.

PRODUKSI
Hari 4 s/d 10

Liputan dilakukan selama 7 hari. Hampir setiap hari reporter membuat laporan hasil liputannya dan menyerahkannya kepada produser. Produser dan reporter juga membahas lebih jauh perkembangan di lapangan sebelum menentukan liputan keesokan harinya. Sementara campers mengumpulkan hasil ‘rough cut’ liputannya di tempat penyimpanan yang telah ditentukan sebelumnya. Selama itu produser akan mengawasi serta mengevaluasi hasil liputan sehingga bisa memutuskan apakah hasilnya sudah sesuai dengan yang diharapkan atau tidak. Perlu dicatat proses produksi tidak harus 7 hari kerja karena itu tergantung seberapa jauh laporan yang diinginkan.

PASCA PRODUKSI

Hari 11 s/d 12

Dua hari terakhir produksi digunakan untuk melengkapi audio visual. Misalnya gambar cantik alias ‘beauty shot’, sekuen pembuka tayangan atau sekuen sebagai ‘bridging’ atau sekuen yang menjembatani satu bagian cerita ke bagian lainnya.

Hari 11 s/d 14

Sementara proses editing sudah berjalan. Pada hari ke-11 editor akan mem-preview gambar yang telah terkumpul dan memastikan semua gambar yang dibutuhkan skrip telah tersedia. Editor juga mengidentifikasi jika ada gambar yang kurang dan perlu ‘shot’ tambahan. Pada hari ke-12, editor sudah mulai melakukan proses editing. Proses editing akan didampingi oleh produser. Produser juga berkewajiban memberikan segala kelengkapan yang dibutukan editor dalam bekerja, seperti misalnya grafik dan ilustrasi musik. 

Rabu, 21 Februari 2018

Produksi Berita TV 1-2: Jenis-Jenis Program TV


Stasiun televisi setiap harinya menyajikan berbagai jenis program yang jumlahnya sangat banyak dan jenisnya sangat beragam. Pada dasarnya apa saja bisa dijadikan program untuk ditayangkan di televisi selama program itu menarik dan disukai audien, dan selama tidak bertentangan dengan kesusilaan, hukum dan peraturan yang berlaku (Morrisan, 2011:217).

Program televisi sebagai faktor yang paling penting dalam mendukung finansial suatu penyiaran radio dan televisi adalah program yang membawa audien mengenal suatu penyiaran. Berbagai jenis program televisi tersebut dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu (Morrisan, 2011:217):

Berita Keras (Hard news)
Berita keras (hard news) adalah segala informasi penting dan menarik yang harus segera disajikan oleh media penyiaran karena sifatnya harus segera ditayangkan agar dapat diketahui khalayak audien secepatnya. Dalam hal ini berita keras dapat dibagi ke dalam beberapa bentuk berita yaitu:

a. Straight News
Straight News berarti berita “langsung” (Straight News). Maksudnya suatu berita yang singkat (tidak detail) dengan hanya menyajikan informasi terpenting saja yang mencangkup 5W+1H (who, what, where, when, why, dan how) terhadap suatu peristiwa yang diberitakan. Berita jenis ini sangat terkait waktu (deadline) karena informasi nya sangat cepat basi jika terlambat disampaikan kepada audien.

b. Feature
Program berita yang menampilkan berita- berita ringan misalnya informasi mengenai tempat makan yang enak atau tempat liburan yang menarik semacam ini disebut feature. Dengan demikian. Feature adalah berita ringan (soft news) namun menarik. Pengertian “menarik” disini adalah informasi yang lucu, unik, aneh, menimbulkan kekaguman, dan sebagainya. Tidak terlalu terikat dengan waktu penayangan, namun karena durasinya singkat (kurang dari lima menit) dan ia menjadi bagian dari program berita, maka feature masuk ke dalam kategori hard news. Jika feature terkait dengan peristiwa penting atau terkait dengan waktu harus segera disiarkan dalam suatu program berita disebut dengan news feature.

c. Infotainment
Berita yang menyajikan informasi mengenai kehidupan orang-orang yang dikenal masyarakat (celebrity), dan arena sebagian besar dari mereka bekerja pada industri hiburan, seperti pemain film/sinetron, penyanyi, dan sebagainya. Infotainment adalah salah satu bentuk berita keras karena memuat informasi yang harus segera ditayangkan. Program berita reguler terkadang menampilkan berita mengenai kehidupan selebritis yang biasanya disajikan pada segmen akhir suatu program berita.

Berita Lunak (Soft News)

Berita lunak (soft news) adalah segala informasi yang penting dan menarik yang disampaikan secara mendalam namun tidak bersifat segera ditayangkan. Program yang masuk ke dalam kategori berita lunak adalah :

a. Current Affair
Program yang menyajikan informasi terkait dengan suatu berita penting yang muncul sebelumnya namun dibuat secara lengkap dan mendalam, cukup terikat dengan waktu. Batasannya adalah bahwa selama isu yang dibahas masih mendapat perhatian khalayak maka current affair dapat disajikan. Misalnya, program yang menyajikan cerita mengenai kehidupan masyarakat setelah ditimpa bencana alam dahsyat, seperti gempa bumi atau tsunami.

b. Magazine
Diberi nama magazine karena topik atau tema yang disajikan mirip dengan topik-topik atau tema yang terdapat dalam suatu majalah. Magazine adalah program yang menampilkan informasi ringan namun mendalam, dengan kata lain magazine adalah feature dengan durasi lebih panjang, ditayangkan pada program tersendiri yang terpisah dari program berita.

c. DokumenterDokumenter adalah program informasi yang bertujuan untuk pembelajaran dan pendidikan namun disajikan dengan menarik. Misalnya, menceritakan mengenai suatu tempat, kehidupan atau sejarah seorang tokoh, kehidupan atau sejarah suatu masyarakat (misalnya suku terasing) atau kehidupan hewan di padang rumput dan sebagainya. Suatu program dokumenter adakalanya dibuat seperti membuat sebuah film sehingga sering disebut dengan film dokumenter.

d. Talk Show
Program talk show atau perbincangan adalah program yang menampilkan satu atau beberapa orang untuk membahas suatu topik tertentu dipandu seorang pembawa acara (host). Mereka yang diundang adalah orang-orang yang berpengalaman langsung dengan peristiwa atau topik yang diperbincangkan atau mereka seorang ahli dalam masalah yang tengah dibahas.

Program Hiburan

Program hiburan adalah segala bentuk siaran yang bertujuan menghibur audience dalam bentuk musik, lagu, cerita, dan permainan. Program yang termasuk dalam kategori hiburan adalah drama, permainan (game), musik dan pertunjukan.

a. Drama
Kata “Drama” berasal dari bahasa Yunani dran yang berarti bertindak atau berbuat (action). Program drama adalah pertunjukan “show” yang menyajikan cerita mengenai kehidupan atau karakter seorang atau beberapa orang (tokoh) yang diperankan oleh pemain (artis) yang melibatkan konflik dan emosi. Dengan demikian, program drama biasanya menampilkan sejumlah pemain yang memerankan tokoh tertentu. Suatu drama akan mengikuti kehidupan atau petualangan para tokohnya. Program televisi yang termasuk dalam program drama adalah sinema elektronik (sinetron) dan film. Program televisi yang termasuk dalam program drama adalah:

1. Sinetron (Sinema Elektronik). Telenovela merupakan istilah yang digunakan televisi Indonesia untuk sinetron yang berasal dari Amerika lain. Sinetron merupakan drama yang menyajikan cerita dari berbagai tokoh secara bersamaan. Masing-masing tokoh memiliki alur cerita mereka sendiri-sendiri tanpa harus dirangkum menjadi suatu kesimpulan. Akhir cerita sinetron cenderung selalu terbuka dan sering kali tanpa penyelesaian (Open-ended). Cerita cenderung dibuat berpanjang-panjang selama masih ada audien yang menyukainya.

2. Film. Televisi sering menayangkan film sebagai salah satu jenis program yang masuk dalam kelompok atau kategori drama. Adapun yang dimaksud film di sini adalah film layar lebar yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan film. Karena tujuan pembuatannya adalah untuk layar lebar (theater), maka biasanya film baru bisa ditayangkan di televisi setelah terlebih dahulu dipertunjukan di bioskop atau bahkan setelah film itu didistribusikan atau dipasarkan dalam bentuk VCD atau DVD. Dengan demikian, televisi menjadi media paling akhir yang dapat menayangkan film sebagai salah satu programnya.

b. Permainan atau Game Show
Suatu bentuk atau program yang melibatkan sejumlah orang baik secara individu atau pun kelompok (tim) yang saling bersaing untuk mendapatkan sesuatu. Menjawab pertanyaan dan atau memenangkan suatu bentuk permainan. Program permainan dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :

1. Quiz Show, merupakan bentuk program permainan yang paling sederhana dimana sejumlah peserta saling bersaing untuk menjawab pertanyaan.

2. Ketangkasan, merupakan peserta dalam permainan ini harus menunjukkan kemampuan fisik atau ketangkasannya untuk melewati suatu halangan atau rintangan atau melakukan suatu permainan yang membutuhkan perhitungan dan strategi.

3. Reality Show, sesuai dengan namanya maka program ini mencoba menyajikan suatu situasi seperti konflik, persaingan atau hubungan berdasarkan realitas yang sebenarnya, menyajikan situasi sebagaimana apa adanya. Dengan kata lain, program ini mencoba menyajikan suatu keadaan yang nyata mungkin tanpa rekayasa. Namun pada dasarnya reality show tetap merupakan permainan (game).

c. Musik
Program musik dapat ditampilkan dalam dua format, yaitu video klip atau konser. Program musik ini dapat dilakukan di lapangan (outdoor) ataupun di dalam studio (indoor). Program musik di televisi sangat ditentukan dengan kemampuan artis yang menarik audien, tidak saja dari kualitas suara namun juga berdasarkan bagaimana mengemas penampilannya agar menjadi menarik.

d. Pertunjukan
Pertunjukan adalah program yang menampilkan kemampuan seseorang atau beberapa orang pada suatu lokasi baik di studio ataupun di luar studio, di dalam ruangan ataupun di luar ruangan. Jika mereka yang tampil para musisi, maka pertunjukkan itu menjadi pertunjukkan musik, jika yang tampil justru masak, maka pertunjukkan itu menjadi pertunjukkan memasak, begitu juga pertunjukkan sulap wayang, lenong, dan lain-lain.

Daftar Pustaka
· Morrisan M.A, 2011, Managemen Media Penyiaran Edisi Revisi, Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
· Morrisan M.A, 2013, Managemen Media Penyiaran Strategy Mengelola Radio & Televisi, Jakarta: Kencana P