Cari Blog Ini

Senin, 19 November 2018

Perkembangan ICT 9: Sejarah Sosial Media dan Fungsi Komunikasi


Sosial media telah menjadi unsur populer dan dibutuhkan dalam bagian gaya hidup tiap manusia. Sosial media merupakan suatu platform wahana interaksi pergaulan dunia internet atau online. Para pengguna sosial media dapat melakukan interaksi, komunikasi dan sharing di dunia maya yang tanpa ada batasan waktu dan jarak, selama tersambung dengan internet.

Sosial media awalnya bertujuan untuk menjalin komunikasi antar komunitas dengan ruang lingkup kecil untuk tujuan tertentu. Kini perkembangannya tidak lagi sebatas media pergaulan sosial, namun telah berkembang menjadi media informasi, komunikasi, interaksi, bahkan promosi era digital dan bisnis online.

Perkembangan sosial media begitu signifikan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2002 kita mengenal yang namanya friendster. Friendster sempat merajai dunia sosial media, mengingat penggunanya cukup tinggi. Tidak heran peminatnya tinggi mengingat banyak orang yang ingin membuka pergaulan di dunia maya yang tanpa batas.

Sejarah sosial media-Terlahirnya Sosial Media dan Website

Awal perkembangan sosial media yaitu pada tahun 1978 yaitu penemuan sistem papan buletin, pengguna dapat mengunggah, atau mengunduh informasi, dan melakukan komunikasi dengan mengunakan surat elektronik yang koneksi internetnya terhubung pada saluran telepon modem. Sistem papan buletin ini diciptakan oleh Ward Christensen dan Randy Suess yang keduanya yaitu sesama pecinta dunia informasi atau komputer. Perkembangan sosial media pertama kali dilakukan melalui pengiriman surat elektronik pertama yaitu peneliti ARPA ( Advanced Research Project Agency) pada tahun 1971. Dilanjutkan pada tahun 1995 Kelahiran situs GeoCities, situs ini melayani Web Hosting, yaitu layanan untuk penyewaan penyimpanan data - data website supaya halaman website tersebut dapat di akses lewat mana saja, dan kemunculan GeoCities ini menjadi tonggak dari berdirinya website - website yang lain.


Pada tahun 1997 tumbuh situs jejaring sosial pertama yaitu Sixdegree.com walaupun pada tahun 1995 terdapat situs Classmates.com yang juga merupakan situs jejaring sosial tetapi Sixdegree.com di anggap lebih menawarkan sebuah situs jejaring sosial di banding Classmates.com. Pada tahun 1999 Muncul situs untuk membuat blog pribadi, yaitu Blogger. situs ini menawarkan penggunanya untuk bisa membuat halaman situsnya sendiri. sehingga pengguna dari Blogger ini bisa memuat hal tentang apapun. termasuk hal pribadi ataupun untuk mengkritisi pemerintah. sehingga bisa di katakan blogger ini menjadi tonggak berkembangnya sebuah Media sosial. Tahun 2002 Berdirinya Friendster, situs jejaring sosial yang pada saat itu menjadi terkenal, dan keberadaan sebuah media sosial menjadi sangat fenomenal.

Tahun 2003 yaitu tahun berdirinya LinkedIn, tak hanya digunakan untuk bersosial, LinkedIn juga memiliki fungsi untuk mencari pekerjaan, sehingga fungsi dari Media Sosial semakin berkembang. Tahun 2003 yaitu berdirinya MySpace, MySpace memberikan kemudahan pada saat menggunakannya,sehingga myspace dikatakan situs jejaring sosial yang user friendly. 2004 yaitu 

Lahirnya Facebook, situs jejaring sosial yang terkenal sampai saat ini, merupakan salah satu situs jejaring sosial yang memiliki anggota paling banyak. Tahun 2006 adalah lahirnya Twitter, situs jejaring sosial yang berbeda dengan jejaring sosial yang lainnya, disebabkan karena pengguna dari situs Twitter ini hanya dapat mengupdate status atau yang dinamakan Tweet ini yang hanya di batasi untuk 140 karakter. Tahun 2007 Lahirnya Wiser, situs jejaring sosyaituial pertama sekali diluncurkan yang bertepatan pada peringatan Hari Bumi (22 April) 2007. 

Situs ini diharapkan untuk bisa menjadi sebuah direktori online organisasi lingkungan di seluruh dunia termasuk pergerakan lingkungan baik dilakukan individu maupun dilakukan kelompok dan pada tahun 2011 Lahirnya Google+, google meluncurkan situs jejaring sosialnya yang bernama google+, namun pada saat awal peluncuran. google+ hanya sebatas untuk pada orang yang telah di invite oleh google. Setelah itu google+ di luncurkan secara umum.

Pesatnya perkembangan media sosial disebabkan karena semua orang dapat memiliki media sendiri. Jika untuk memiliki media tradisional seperti televisi, radio atau koran dibutuhkan modal yang besar dan tenaga kerja yang banyak, maka lain halnya dengan media. Seorang pengguna media sosial dapat untuk mengakses media sosial dengan menggunakan jaringan internet bahkan yang aksesnya lambat sekalipun, tanpa menggunakan biaya besar, tanpa alat mahal dan dilakukan sendiri tanpa karyawan. Pengguna media sosial dengan bebas dapat mengedit, menambahkan, memodifikasi baik tulisan, gambar, video, grafis, dan berbagai model konten lainnya.

Contoh dari media sosial yang umum dipakai pada era ini yaitu facebook, line, dan instagram :
Facebook yaitu sebuah layanan jejaring sosial yang diluncurkan pada bulan februari 2004, dan berkantor pusat di menlo park, california, amerika serikat. Pada september 2012, facebook memiliki lebih dari satu milliar pengguna aktif, lebih dan dari separuhnya menggunakan telepon genggam.
Line yaitu layanan jejaring sosial yang dikembangkan oleh perusahaan dari jepang yaitu NHN corporation. Line dirilis pada bulan juni 2011.

Instagram merupakan layanan jejaring sosial yang difungsi utamakan untuk berbagi foto, video, dan chat. Instagram didirikan oleh perusahaan Burbn,inc yang dirilis pada tahun 2010.
Awal mula sosial media berbasis website terbentuk pada tahun 1995 dengan lahirnya site Geocities. Site Geocities merupakan tonggak lahirnya berjuta juta website lain di dunia online. Site ini bergerak dalam usaha sewa hosting untuk menyimpan data-data di dunia online untuk dapat diakses oleh banyak orang dengan internet. Dari sinilah terlahir inovasi dan pengembangan website. Di Tahun 70 an aktifitas berkirim surat elektronik (email) dengan sistem buletin sudah terjadi. semua itu dilakukan masih dengan saluran telephone yang terhubung dengan modem.

Dunia sosial online-pun terus mengalami perkembangan. Di tahun 1997 sampai 1999 terciptalah media sosial komunitas pertama dengan nama sixdegree dan classmates.Cakupan sosial media ini masih terkesan mengkhusus untuk kelompok dan tujuan tertentu. Dunia online terus berkembang hingga lahirlah friendster (2002) yang cukup terkenal dengan cakupan pengguna yang lebih luas.
Bagaimana sosial media kini berkembang

Dunia online dan internet terus mengalami inovasi dan pengembangan. Hingga ada yang namanya blog. Blog hadir sebagai media online untuk kalangan yang senang menulis dan berbagi. Awal kelahiran blog lebih terkesan sebagai diary, media catatan pribadi. Era digital saat ini blog menjadi sesuatu yang wajib. Tidak hanya memuat diary namun blog juga dijadikan media promosi bisnis.

Semakin meningkatnya kemampuan intelektual dan inovasi perkembangan teknologi, membentuk fenomena era digital. Berbagai sosial media lahir dan bertumbuh subur. Sosial media telah menjadi bagian dari gaya hidup kekinian. Sosial media dengan berbagai karakter dan keunggulannya masing-masing telah lahir sebagai sarana yang dianggap mampu membantu kehidupan masyarakat masa kini. Ada Facebook, twitter, myspace, linkedln, wiser, google+, pinterest, path, instagram dan lain sebagainya.

Aktivitas di media sosial sudah menjadi konsumsi sehari hari masyarakat. Keberadaannya tidak hanya sebagai media interaksi dan komunikasi, namun sudah pada fungsi bisnis. Media online dijadikan media jual-beli online, sekarang bisa!. Media online sebagi tempat beriklan, juga bisa. Tidak ada yang tidak bisa di era digital

Fakta yang ada, manusia terlahir selain sebagai makhluk individu dengan karakter dan ciri khasnya masing-masing. Manusia juga makhluk sosial yang tidak bisa lepas dari manusia lain. Namun perkembangan sosial media bukan tidak memiliki efek buruk. Gaya hidup yang menjadikan sosial media sebagai cara bergaul, menyebabkan matinya pergaulan tatap muka dengan santai obrol- obrol langsung. Tidak jarang fenomena gathering namun masing-masing orang sibuk mantengin gadget memilih bersosialita di dunia maya.

Sabtu, 17 November 2018

Manajemen Media 6: Manajemen Media Televisi



Pembahasan mengenai manajemen siaran televisi meliputi pemrogaman siaran, pendekatan manajemen produksi siaran, merancang kegiatan produksi, pelaksanaan kegiatan produksi, manajemen penunjang penyiaran, menyiapkan kegiatan produksi dan mengelola budget stasiun penyiaran. Di dalam perencanaan terdapat penentuan tujuan media penyiaran, mempersiapkan rencana dan strategi, dan pemilihan sekumpulan kegiatan dan memutuskan apa yang harus dilakukan, kapan, bagaimana, oleh siapa.

Hampir semua rumah tangga memiliki televisi atau paling tidak terbiasa menonton televisi. Televisi kemudian menjadi salah satu media penyiaran yang sangat kuat posisinya di masyarakat dengan melihat fakta bahwa penonton televisi di Indonesia sangatlah banyak.

Media yang kuat seperti ini tentu memerlukan manajemen yang kuat pula. Apapun yang ditampilkan di layar kaca televisi memerlukan perencanaan dan pengorganisasian yang matang di belakang layar. Penyiaran memiliki fungsi sebagai media beriklan, media hiburan, media informasi dan media pelayanan. Penyiaran menenuhi kepentingan pemasang iklan, audien, pemilik, karyawan. Dalam berkompetisi dengan jenis media lain (TV kabel, internet, VCD, dan DVD), media penyiaran menggunakan manajemen untuk menjalankan kegiatannya. Hal ini dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi/perusahaan. Manajemen dalam penyiaran agar menjaga keseimbangan antara tujuan-tujuan, sasaran-sasaran, dan kegiatan-kegiatan yang saling bertentangan dari pihak-pihak yang berkepentingan dalam organisasi. Disamping itu juga untuk mencapai efisiensi dan efektivitas kerja organisasi.

Dr. Ari Djunaedi, seorang dosen Manajemen Industri Media, menyebutkan bahwa keberhasilan penyiaran ditopang oleh kreativitas manusia yang bekerja pada 3 pilar utama: teknik, program, pemasaran. Keberhasilan dalam bisnis penyiaran tergantung pada kualitas orang-orang yang bekerja pada bidang tersebut. Hal ini dilakukan untuk memenuhi harapan pemilik dan pemegang saham serta memenuhi kepentingan masyarakat (komunitas) sebagai konsekuensi atas ijin siaran/lisensi yang diberikan negara.

Sedangkan dalam tahapan perencanaan ada hal yang harus dilakukan, yaitu survey riset khalayak (potensi audience/pendengar) oleh Lembaga survey (statistik, AC Niellsen) dan FGD (Focus Group Discussion). Di dalam survey yang pertama dilakukan adalah menentukan STPFP (Segmentasi, Targetting, Positioning, Formating, dan Programming). Di dalam menentukan segmentasi berdasar pada penilaian khalayak pendengar yang meliputi demografi, geografi, psikografi, behavior. Sedangkan targetting berdasar pada perilaku khalayak yang ditargetkan. Positioning merupakan bagaimana kita melihat audience mind awareness. Kemudian formatting adalah bagaimana format acaranya. Dan yang terakhir adalah programming yaitu penyusunan acara.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa media penyiaran termasuk didalamnya adalah media tv dan media radio umumnya dikenal oleh masyarakat di mulai pada tahun 1920-an dan masih digunakan oleh masyarakat hingga saat ini. Adanya media penyiaran menjadi salah satu media yang selalu menemani aktivitas masyarakat di rumah maupun diluar rumah. Kemudahan dalam mengakses program-program yang ditampilkan oleh media tv dan juga radio melalui spectrum frekuensi radio yang disiarkan secara serentak.

manajemen dibutuhkan dalam media penyiaran. Tidak lain adalah untuk mencapai tujuan dari perusahaan media penyiaran tersebut. kepuasan masyarakat sangat bergantung pada bagaimana pengelolaan dalam media masa itu sendiri dan keberhasilan sebuah media penyiaran terletak pada tiga pilar utama yang merupakan fungsi vital yang dimiliki oleh tiap media penyiaran yaitu teknik, program, dan pemasaran. Dalam mengelola suatu media penyiaran tidaklah mudah membutuhkan skill, kreativitas dan juga etos kerja yang tinggi untuk menciptakan suatu program yang nantinya akan diminati dan disukai oleh masyarakat. Terdapat beberapa tantangan yang menjadi tolak ukur dalam mengelola media penyiaran seperti ditegaskan oleh Peter Pringle (1993): Few management position offers challenges equal to those of managing a commercial radio or television station (tidak banyak posisi manajemen yang memberikan tantangan yang setara dengan mengelola suatu stasion radio atau televisi lokal).

Tingkatan Manajemen

Umumnya pada media penyiaran posisi manajer biasanya terdiri atas tiga tingkatan (level):
1. Manajer tingkat bawah (lower level manager)Ex: Radio – local sales manager, general sales managerTelevisi – manager produksi

2. Manajer tingkat menengah (middle manajer) – disebut juga sebagai manajer department / kepala pengawas (superintendents)Ex: Kepala departemen penjualan, program, berita, teknik dan bisnis.

3. Manajer puncak (top manager) – Direktur / Presiden Direktur

A. Karakteristik Manajemen Media penyiaran televisi
1. Daya Jangkau yang luas
2. Selektifitas dan fleksibililitas
3. Fokus perhatian
4. Kreatifitas dan efek
5. Prestise
6. Mendemonstrasikan penggunaan produk
7. Muncul tanpa diharapkan (intrusion value)

1. Manajemen Televisi
Manajemen stasiun televisi, umumnya melibatkan tujuh bidang atau divisi, yakni:
1. Divisi Program
Berperan dalam pengelolaan seluruh program, dari pengadaan materi hingga pengaturan jam tayang. Divisi ini membawahi departemen akuisisi, quality control, penjadwalan, research and development, dan traffic.

2. Divisi Produksi
Berperan dalam pengelolaan produksi program-program hiburan secara in-house, dari musik, talkshow, reality show, hingga sinetron. Divisi ini membawahi departemen kreatif, produksi, dan pendukung teknik, dengan berbagai tenaga fungsional dari produser eksekutif, produser, sutradara, penulis naskah, dan sebagainya.

3. Divisi Pemberitaan
Berperan dalam pengelolaan produksi program-program berita, dari program berita regular, program berita mingguan, talkshow, hingga siaran-siaran olahraga. Divisi ini membawahi departemen peliputan, produksi, program mingguan, penelitian dan pengembangan, dan pendukung teknis, serta sejumlah tenaga-tenaga fungsional dari produser eksekutif, produser, asisten produser, presenter, reporter, kamerawan, penyunting gambar, penata grafis, penata musik, dan pengarah acara.

4. Divisi Teknik
Berperan dalam pengelolaan fasilitas teknik penyiaran, dari perencanaan hingga perawatan seluruh alat teknik. Divisi ini membawahi departemen yang bertanggungjawab atas master control, maintenance, IT, transmisi, dan pendukung teknik.

5. Divisi Pemasaran
Berperan dalam pengelolaan pemasaran slot-slot komersial, dari perencanaan hingga pemasangan iklan di layar kaca. Divisi ini membawahi departemen penjualan, penagihan, dan administrasi pemasaran.

6. Divisi Keuangan
Berperan dalam pengelolaan dan pemeriksaan keuangan perusahaan. Divisi ini membawahi departemen finance, accounting, dan auditing.

7. Divisi HRD dan Legal
Berperan dalam pengelolaan seluruh sumber daya dari seluruh divisi, penyediaan sarana dan tenaga operasional bagi divisi lain, serta penanganan aspek hukum atau legal.

Sabtu, 10 November 2018

Perkembangan ICT 7: Konvergensi dan Tantangan Penyiaran


Setelah ditemukannya media elektronik semacam radio dan televisi, ternyata penemuan ilmuwan akan media yang baru tidak berhenti di situ saja. Satu abad setelah Charles Babbage, ilmuwan Amerika, dalam mendesain mesin analitisnya mulai dikembangkan gagasannya. Pada tahun 1944 dipikirkan sebuah komputer digital elektronik skala besar yang didanai oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada akhir Perang Dunia II (Fidler, 2003 : 148).

Seiring dengan dikembangkannya media komputer maka ditemukan pula salah satu media komunikasi yang pada awalnya difokuskan pada domain pribadi bagi periset dan juga ilmuwan Amerika. Net ini sebenarnya adalah jaringan longgar ribuan jaringan komputer yang saling terhubung. Net dalam hal ini tidak ada badan pemerintah atau komersial yang memiliki Net ataupun secara langsung memperoleh keuntungan dari operasinya. Jaringan ini tidak memiliki presiden, CEO ataupun kantor pusat.

Sepanjang tahun 1980an diam-diam internet tersebar ke sebagian lembaga akademik dan pusat riset di Amerika Serikat serta banyak lokasi di seluruh dunia. Menjelang tahun 1995 sekitar 30 juta orang dalam lebih dari 100 negara telah memperoleh akses melalui komputer kepada layanan berita, perpustakaan, jurnal ilmiah dan akademik, papan buletin dan data base, serta pada satu sama lain melalui lebih dari tiga juta situs hubungan internet (Fidler, 2003 : 153).

Perpaduan antara internet dengan jurnalisme dimulai dengan ditetapkan oleh standar World Wide Web (WWW). Awalnya situs berita sekedar mengadopsi tempat ini untuk hal yang bernuansa cyberspace. Dalam hal ini hanya mencoba untuk memproduksi kisah-kisah dengan menerapkan kapabilitas internet.

Jurnalisme online ini sendiri diterapkan di Indonesia melalui prosedur yang ideal dalam media online yaitu oleh detik.com pada tanggal 9 Juli 1998. Sejak itu pula banyak bermunculan media-media baru dalam dunia maya ini terutama dalam penerapannya sebagai media penyampai jurnalisme online.

Jurnalisme online telah memicu trend alternated serta mengklaim bahwa jurnalisme online telah mengubah segala aktifitas jurnalistik dan kegiatan lama profesi jurnalisme. Sejak itu jurnalisme online maju secara dramatis serta hampir seluruh media berita memiliki web yang hadir dalam berbagai bentuk.

Media massa online adalah media yang disajikan secara online. Online adalah istilah bahasa dalam internet yang artinya sebuah informasi yang dapat diakses dimana saja selama ada jaringan internet. Sebagai medianya adalah website. Jika dilihat dari segi fisiknya, maka media online berarti media yang berbasis telekomunikasi dan multimedia yaitu komputer dan internet.

Kedudukan media massa online merupakan media massa generasi ketiga di antara media lainnya yaitu: media massa cetak (koran, majalah, tabloid), media massa elektronik (radio, TV), media massa online.

Dalam Wikipedia, media massa online disebut juga dengan cyber journalism yang berarti reportase atau laporan hasil liputan peristiwa yang diproduksi dan didistribusikan melalui internet. Secara umum media massa online adalah semua format media yang bisa diakses melalui internet, baik itu media tulisan maupun foto digital, juga video termasuk TV dan radio online.

Lebih luas lagi, secara umum media massa online juga berarti sarana komunikasi secara online. Oleh karena itu, yang termasuk kategori media online secara umum adalah website, termasuk blog, serta berbagai media sosial seperti Facebook, twitter, dan lain-lain.

Sedangkan pengertian media massa online secara khusus adalah media komunikasi massa yang memiliki karakteristik tertentu. Media massa online secara khusus berarti media yang menyajikan karya jurnalistik berupa berita, artikel serta feature secara online, seperti dikatakan oleh Asep Syamsul M.Romli bahwa media massa online adalah media massa yang tersaji secara online di situs web internet.

Fungsi Media OnlineMencari Informasi, Berita, dan Pengetahuan
Media sosial berisi segudang informasi, berita, ilmu, pengetahuan, dan kabar terkini, malah informasi-informasi tersebut lebih cepat menyebar melalui media sosial dibanding media elektronik seperti TV.

Mendapat Hiburan
Perasaan sedih, stress, jenuh adalah perasaan yang bisa menimpa siapapun saja tergantung kondisi. Salah satu upaya yang dilakukan seseorang jika ia merasa jenuh, sedih, stress, dan kesepian adalah mendapatkan hiburan dengan berkunjung ke media sosial. Ya, tentu bukan hanya hiburan untuk mengisi kekosongan waktu dan pikiran, tetapi juga mendapatkan hiburan sesuai dengan sesuatu yang ia sukai.

Komunikasi Online
Dengan memanfaatkan media sosial atau jejaring sosial, semua orang bisa melakukan komunikasi secara online, seperti chatting, pemberitahuan kabar, dan undangan. Bahkan bagi mereka yang sudah terbiasa, komunikasi dalam media sosial lebih efektif dari pada melalui call atau sms mobile.

Interaksi Online Sesama Teman
Karena memang media yang digunakan untuk sosial dan publik, maka berbagai aktivitas online pun bisa di lakukan di sini, interaksi online dari satu orang kepada orang-orang lainnya. Interaksi sosial ini bisa berupa update status, memberikan komentar, menambah teman baru, dan lain-lain.

Pengertian Media Baru

Terdapat beberapa pengertian mengenai media baru salah satunya seperti yang telah dijelaskan oleh Denis McQuail dalam bukunya Teori Komunikasi Massa (1987 : 16-17). Ia menamakan media baru sebagai media telematik yang merupakan perangkat teknologi elektronik yang berbeda dengan penggunaan yang berbeda pula.

Perangkat media elektronik baru ini mencakup beberapa sistem teknologi, sistem transmisi (melalui kabel atau satelit), sistem miniaturisasi, sistem penyimpanan dan pencarian informasi. Dan juga sistem penyajian gambar (dengan menggunakan kombinasi teks dan grafik secara lentur, dan sistem pengendalian (oleh komputer).

Lev Manovich, dalam The New Media Reader, mendefinisikan media baru dengan menggunakan 8 (delapan) proposisi, yaitu :
Media baru vs Cyberculture. Cyberculture adalah berbagai macam fenomena sosial yang diasosiakan dengan internet dan jaringan komunikasi. Sementara itu, media baru menekankan pada objek budaya dan paradigma.

  • Media baru adalah teknologi komputer yang dipakai untuk sebuah platform distribusi.
  • Media baru adalah data digital yang dikendalikan oleh perangkat lunak tertentu.
  • Media baru adalah adalah penyatuan antara konvensi budaya yang telah ada dengan konvensi perangkat lunak.
  • Media baru adalah estetika yang telah ada sejak awal tahapan di setiap media baru modern dan teknologi komunikasi.
  • Media baru mampu mengeksekusi algoritma lebih cepat dibandingkan dengan sebelumnya yang dilakukan secara manual atau melalui teknologi lain..
  • Media baru adalah sebagai metamedia
  • Media baru sebagai artikulasi paralel gagasan serupa dalam seni dan komputasi modern Pasca-Perang Dunia II.
Sementara itu, Martin Lister dkk dalam bukunya New Media: A Critical Introduction (2009 : 13) menyatakan bahwa terminologi media baru mengacu pada perubahan skala besar dalam produksi media, distribusi media dan penggunaan media yang berifat teknologis, tekstual, konvensional dan budaya.

Karakteristik Media Baru
Denis McQuail dalam buku Teori Komunikasi Massa menjelaskan media telematik atau media baru tersebut memiliki beberapa ciri utama yaitu :
  • Desentraslisasi – Pengadaan dan pemilihan berita tidak lagi sepenuhnya berada di tangan pemasok komunikasi
  • Kemampuan tinggi – Pengantaran melalui kabel dan satelit. Pengantaran tersebut mampu mengatasi hambatan komunikasi dikarenakan pemancar lainnya. 
  • Komunikasi timbal balik (interaktivitas) – Penerima dapat memilih, menukar informasi, menjawab kembali, dan dihubungkan dengan penerima lainnya secara langsung.
  • Kelenturan bentuk, isi, dan penggunaan.
Sementara itu, Martin Lister dkk (2009 : 13-14) menyatakan bahwa media baru memiliki beberapa karakteristik, yaitu digital, interaktif, hipertekstual, virtual, jaringan, dan simulasi.

Digital.Media baru mengacu media yang bersifat digital dimana semua data diproses dan disimpan dalam bentuk angka dan keluarannya disimpan dalam bentuk cakram digital. Terdapat beberapa implikasi dari digitalisasi media yaitu dematerialisasi atau teks terpisah dari bentuk fisik, tidak memerlukan ruangan yang luas untuk menyimpan data karena data dikompres menjadi ukuran yang lebih kecil, data mudah diakses dengan kecepatan yang tinggi serta mudahnya data dimanipulasi.

Interaktif

Merupakan kelebihan atau ciri utama dari media baru. Karakteristik ini memungkinkan pengguna dapat berinteraksi satu sama lain dan memungkinkan pengguna dapat terlibat secara langsung dalam perubahan gambar ataupun teks yang mereka akses. 

Hiperteks
Teks yang mampu menghubungkan dengan teks lain di luar teks yang ada. Hiperteks ini memungkinkan pengguna dapat membaca teks tidak secara berurutan seperti media lama melainkan dapat memulai dari mana pun yang diinginkan.

Jaringan
Karakteristik ini berkaitan dengan ketersediaan konten berbagi melalui internet. Karakteristik ini melibatkan konsumsi. Sebuah contoh, ketika kita akan mengkonsumsi suatu teks media, maka kita akan memiliki sejumlah besar teks yang sangat berbeda dari yang tersedia dalam berbagai cara.

Virtual
Karakteristik ini berkaitan dengan upaya mewujudkan sebuah dunia virtual yang diciptakan oleh keterlibatan dalam lingkungan yang dibangun dengan grafis komputer dan video digital.


SimulasiSimulasi tidak berbeda jauh dengan virtual. Karakter ini terkait dengan penciptaan dunia buatan yang dilakukan melalui model tertentu.

Teori-Teori Media Baru
Berbagai teori media baru berasal dari teori-teori media lama namun beberapa teori baru pun lahir sebagai bentuk kajian lebih lanjut mengenai perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

1. Medium Theory – Teori Media
Teori ini menjelaskan bagaimana media berpengaruh dalam menyebarkan informasi baik secara fisik maupun psikologis. Teori ini bermanfaat dalam memahami tentang berbagai media dan bagaimana masing-masing media dapat bermanfaat dalam mendistribusikan informasi. Melalui analisis yang tepat dan penerapan teori ini pada media yang relevan, maka pemilihan teori ini dapat juga digunakan secara tepat.

2. Uses and Gratifications Model – Elihu Katz, Jay G. Blumler dan Michael Gurevitch
Teori ini mempelajari asal mula kebutuhan secara psikologis dan sosial, yang menimbulkan harapan tertentu dari media atau sumber lain yang membawa pada terpaan media yang berlainan, dan menimbulkan pemenuhan kebutuhan serta akibat-akibat lain termasuk yang tidak kita inginkan.

Teori ini memiliki asumsi bahwa khlayak dianggap aktif dalam artian sebagian penting dari penggunaan media diasumsikan punya tujuan. Mereka menemukan bahwa khalayak menggunakan media untuk mengirim pesan, membantu mengembangkan citra diri, dalam kaitannya dengan sosial dan interaksi atau hiburan (Rakhmat, 2001 : 205)

3. Teori Difusi Inovasi – Everett Rogers
Teori ini menggambarkan bagaimana, mengapa, dan pada tingkatan apa teknologi baru berkembang dan diadopsi ke dalam berbagai konteks. Teori ini menggarisbawahi adanya 4 (empat) elemen utama yang mempengaruhi berkembangnya media baru yaitu inovasi, saluran komunikasi, waktu dan sistem sosial. Rogers mendefinisikan karakteristik inovasi yang dapat mempengaruhi keputusan seorang individu untuk mengadopsi atau menolak suatu inovasi.

Pendekatan ini menyatakan bahwa tidak hanya pemimpin yang dapat memberikan pengaruh terhadap perilaku khalayak melalui kontak personal, namun terdapat agen-agen perubahan lain dan penjaga pintu gerbang atau gatekeeper yang turut terlibat dalam proses difusi. Pendekatan ini menawarkan kerangka untuk mempertimbangkan bagaimana informasi mengalir melalui suatu jaringan dan faktor-faktor yang membentuk opini melalui pengambilan keputusan penggunaan teknologi.

4. Participatory Media Culture – Henry Jenkins
Jenkins menguraikan cara-cara di mana budaya media baru menawarkan khalayak untuk secara bersama-sama mengambil peran sebagai konsumen media dan produsen media sekaligus. Jenkins berpendapat bahwa dalam Participatory Media Culture, orang mampu secara kreatif menanggapi isi media dengan menciptakan komoditas budaya mereka sendiri sebagai upaya mereka untuk menguraikan dan menemukan makna di dalam produk media dan pesan yang ada. Dalam Participatory Media Culture masyarakat dapat lebih mudah merespon dan memberikan kontribusi dan pesan kepada media.

5. Social Construction of Technology
Teori Social construction of technology (juga disebut sebagai SCOT) adalah teori dalam bidang Sains dan Teknologi Studi. Teori ini berpendapat bahwa teknologi tidak menentukan tindakan manusia, melainkan tindakan manusialah yang membentuk teknologi. Mereka juga berpendapat bahwa cara teknologi yang digunakan tidak dapat dipahami tanpa memahami bagaimana teknologi yang tertanam dalam konteks sosialnya. SCOT merupakan respon terhadap determinisme teknologi dan kadang-kadang dikenal sebagai konstruktivisme teknologi.

6. A Three-Stage Model of Theory-Building (Carlile & Christensen)
Teori ini digunakan untuk melakukan terhadap konsep citizen journalism sebagai dampak media baru dimana setiap orang dapat berperan sebagai jurnalis.

Teori yang digagas oleh Carlile & Christensen ini menunjukkan bahwa kuatnya teori-bangunan muncul melalui tiga tahap yaitu deskriptif, kategorisasi dan normatif. Ada tiga sub-tahapan dalam deskriptif teori-bangunan yaitu, pengamatan fenomena, klasifikasi induktif dalam skema dan taksonomi, dan hubungan korelatif untuk mengembangkan model. Setelah penyebab didirikan, teori normatif berkembang melalui logika deduktif yang tunduk pada pergeseran paradigma Kuhnian dan Popperian falsifiability.

7. Network Theory
Berkaitan dengan produksi komunikasi dan informasi dalam media baru, digunakan analisis Network Theory. Dalam ilmu komputer dan jaringan, yang dimaksud dengan teori jaringan adalah studi tentang grafik sebagai representasi hubungan simetris atau hubungan asimetris antara objek diskret. Teori jaringan memiliki aplikasi di banyak disiplin ilmu termasuk World Wide Web, Internet, jaringan sosial, dan lain-lain.

Manfaat Mempelajari Teori Media Baru
Setelah mempelajari Teori Media Baru, diharapkan kita dapat memperoleh beberapa manfaat bagi kita, yaitu :

  • Memahami perkembangan teknologi informasi dan komunikasi
  • Memahami aplikasi teori media lama untuk menjelaskan fenomena media baru
  • Memahami aplikasi internet seperti e-learning, e-government, e-commerce
  • Memahami bagaimana mengelola isi informasi dalam berbagai aplikasi media daring (online)

Sabtu, 03 November 2018

Manajemen Media 5: Manajemen Organisasi Stasiun Radio


Industri penyiaran radio telah ada selama lebih dari 80 tahun. Para pionir industri ini adalah beraawal dari para telegraf amatir yang menggunakan inovasi baru yang dimungkinkan oleh penemuan tabung vakum pertama untuk penguatan sinyal (tabung Audion, diciptakan oleh Lee De Forest pada tahun 1906). Organisasi perusahaan penyiaran pasca-Perang Dunia I yang pertama, yang dikenal sebagai Perusahaan Radio Amerika (RCA), menyediakan template yang masih menjadi salah satu media paling berpengaruh dalam masyarakat global.

Perusahaan Radio Pertama

Siaran radio komersial pertama - tergantung pada pemerintah untuk otorisasi untuk menggunakan gelombang udara, yang telah mengendalikan semua transmisi dua arah untuk mencegah musuh masa perang dari program pengintaian saat itu. Perusahaan Westinghouse, General Electric dan Western Electric menerima lisensi dari pemerintah Amerika untuk membangun pemancar dan penerima, dan AT & T mendapat izin untuk menyiarkan sinyal melalui gelombang udara. Ini membuka jalan bagi pemrograman berbasis komersial oleh para pendatang baru seperti National Broadcasting Company (NBC) dan Columbia Broadcasting System (CBS) pada tahun 1920-an. Konsep pengorganisasian stasiun radio dimulai pada titik ini.

Kerangka Organisasi Stasiun Radio

Struktur dasar stasiun radio mirip dengan model bisnis lainnya. Pemilik media radio berada di atas, apakah itu pemilik tunggal atau dewan direksi. Tanggung jawab mendelegasikan tenaga kerja dan operasi keuangan jatuh ke manajemen atas, yang didukung oleh staf administrasi. Ini akan menjadi manajer stasiun atau direktur program stasiun radio. Karyawan yang ditugasi dengan operasi sehari-hari dari bisnis itu sendiri adalah talenta yang ada di udara, staf penjualan dan resepsionis atau staf kantor depan lainnya. Staf tambahan di stasiun radio terdiri dari program khusus dan staf produksi, jika ada, dan insinyur yang menjaga operasi teknis stasiun.

Organisasi Nirlaba vs Nirlaba

Tujuan dari setiap stasiun radio, terlepas dari tujuan untuk mencari untung, yang lain adalah untuk mendapatkan dan mempertahankan pendengar. Stasiun radio harus menyediakan apa yang diinginkan audiensnya, apakah itu berita, talk, musik klasik, atau program Top 40. Stasiun nirlaba bergantung pada pendapatan iklan untuk membiayai operasi mereka, selain dari promosi di dalam rumah seperti konser yang disponsori atau siaran langsung khusus jarak jauh. Ini membutuhkan upaya penjualan yang lebih besar dan lebih intensif dan staf untuk menanganinya. Stasiun nonprofit mengandalkan kontribusi pendengar, sponsor perusahaan, dan pendanaan dari lembaga pemerintah atau lembaga swasta. Jenis stasiun ini akan memiliki staf yang secara khusus berfokus pada penggalangan dana, penulisan hibah, dan komunikasi berbasis masyarakat untuk mempertahankan dukungan keuangan agar tetap mengudara.

Masalah Hukum untuk Stasiun Radio

Aspek perizinan mengharuskan semua stasiun radio untuk mengarahkan unsur-unsur staf untuk mempertahankan status hukum stasiun. Ini berlaku untuk kedua lisensi operasi, diawasi oleh Federal Communications Commission (FCC), dan lisensi konten. Konten mengacu pada musik yang dimasukkan stasiun pada daftar putar atau program lain yang dimiliki berdasarkan hak cipta, seperti program olahraga tersindikasi dan siaran musik khusus. Staf yang menangani aspek ini dapat menjadi tim hukum, seperti dalam kasus stasiun perusahaan besar, atau staf manajemen, seperti manajer stasiun.

Jam Siaran

Sebagian besar stasiun radio saat ini beroperasi 24 jam sehari. Operasi siang hari yang sebenarnya dimulai sekitar pukul 6 pagi dengan program "drive pagi", diikuti oleh pertunjukan pagi yang sering berjalan melalui jam tengah hari. Program sore umumnya berjalan dari jam 2 hingga 6 sore. (dikenal sebagai “drive sore”), ketika pemrograman dipecah menjadi format 6 hingga 10 atau format 6 hingga tengah malam. After-hours tidak diatur oleh FCC, dan ini umumnya ketika stasiun menawarkan program yang unik dan spesifik untuk audiens target mereka.




Stasiun radio memerlukan energi udara yang tinggi tetapi juga membutuhkan karyawan di belakang layar untuk membawa musik, berita, dan obrolan pendengar. Struktur perusahaan dari sebuah stasiun radio, apakah itu komersial atau nirlaba, termasuk manajer, wiraniaga dan staf teknis yang upaya gabungannya menjaga stasiun di udara dan secara fiskal layak.

Manajemen dan Administrasi
Manajer umum mengawasi seluruh stasiun. Tugasnya termasuk mempekerjakan dan memecat manajer, mengelola anggaran dan menyetujui serta melaksanakan rencana strategis. Manajemen didukung oleh pekerja administrasi, termasuk para profesional sumber daya manusia yang menangani pembayaran gaji dan tunjangan; akuntan atau pengawas keuangan yang mengawasi keuangan, termasuk kepatuhan pajak; seorang manajer kantor yang mengarahkan kantor sehari-hari; dan asisten administrasi yang membantu pekerjaan administrasi.
Pemrograman
Direktur program membuat keputusan tentang apa yang didengar pendengar di udara. Dia dapat mempengaruhi format stasiun, dan dia mengawasi semua departemen yang bertanggung jawab untuk memproduksi konten radio. Jika stasiun menawarkan berita, departemen itu akan dijalankan oleh direktur berita, yang mengawasi dan mengedit pekerjaan reporter, jangkar dan produsen. Jika stasiun menawarkan musik, mungkin ada direktur musik yang memutuskan artis rekaman mana yang ditampilkan di stasiun. Penyiar, atau "DJ" menawarkan olok-olok, mengumumkan rekaman dan membaca materi promosi di udara. Stasiun radio juga akan memiliki kehadiran online yang membutuhkan produser web dan media sosial.
Penjualan dan pemasaran
Mereka jingle radio yang menarik yang membantu membayar personil stasiun dan pemrograman di udara karena penjual keluar ke komunitas bisnis dan meyakinkan pembeli media untuk beriklan. Seorang manajer mengawasi staf penjualan dan dapat memutuskan prospek mana yang akan didekati. Di bawah bimbingan manajer, tenaga penjual melakukan kerja keras untuk membangun kontak dan membuat paket iklan yang akan menarik bagi pemilik bisnis. Departemen pemasaran memastikan stasiun radio dipublikasikan dengan baik; tugasnya termasuk memulai acara komunitas dan kemitraan.
Teknis
Chief engineer mengawasi elemen teknis dari siaran tersebut. Ini melibatkan perawatan pemancar dan pemecahan masalah, serta mengelola semua peralatan, seperti papan suara, mikrofon, dan peralatan perekam. Tergantung pada ukuran stasiun radio, chief engineer dapat mengawasi tim teknisi yang membantu dalam proses ini. Staf teknis termasuk operator papan, atau ops papan, yang mengelola tingkat suara siaran langsung, pita petunjuk dan memantau lamanya jeda siaran sehingga penyiar meninggalkan waktu untuk iklan.

Kamis, 01 November 2018

Siaran Pers: Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia

KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN
REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS

Kebijakan Sawit Nasional Dorong Tujuan Pembangunan Keberlanjutan 2015-2030

Bali, 1 November 2018 

Kinerja sektor kelapa sawit yang terus membaik akan terus dibina secara strategis oleh Pemerintah, agar menciptakan daya tawar dalam jangka panjang, baik di pasar nasional maupun global dengan mengoptimalkan program kelapa sawit berkelanjutan.

“Kelapa sawit menjadi sangat penting bagi pemerintah karena mampu menghasilkan devisa, mengembangkan komoditas dengan keunggulan komparatif, dan berkontribusi positif terhadap pendidikan dan kesehatan, sehingga sektor ini memiliki peran penting dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2015-2030” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat memberikan Special Address pada 14th Indonesian Palm Oil Conference and 2019 Price Outlook, Kamis (1/11), di Bali International Convention Center (BICC). 

Peningkatan kinerja sektor kelapa sawit sendiri terlihat sejak tahun 2014. Sesuai data Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI), elastisitas produksi kelapa sawit terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 2,46%. Artinya, setiap kenaikan 1% produksi kelapa sawit baik secara langsung dan tidak langsung akan mampu memberikan efek multiplier ke sektor terkait dan meningkatkan 2,46% dari total pendapatan nasional. Adapun, sektor ini juga mencatat kinerja terbaik melalui peningkatan ekspor tahun 2017 yang mencapai 25,73% menjadi Rp 307 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. 

Darmin menegaskan sektor ini terus didorong agar sejalan dengan prinsip berkelanjutan dan berkontribusi dalam pencapaian SDGs 2015-2030 yang digunakan sebagai panduan bagi negara maju dan berkembang dalam mengimplementasikan ekonomi berkelanjutan. 

Sejak tahun 2011, pemerintah juga telah mendorong industri sawit agar mengedepankan prinsip berkelanjutan melalui sertifikasi kelapa sawit berkelanjutan, yang lebih dikenal dengan istilah Indonesian Suistanable Palm Oil (ISPO). Tujuannya untuk memperkenalkan pengelolaan yang lestari pada industri kelapa sawit, sehingga dapat menjaga manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara jangka panjang.

Saat ini, pemerintah sedang mempertimbangkan penguatan ISPO dengan meningkatkan adopsi nilai-nilai SDGs 2015-2030 di dalam prinsip dan kriteria ISPO. Adapun, prinsip dan kriteria ISPO yang saat ini dimiliki telah sejalan dengan 12 dari 17 tujuan dari SDGs 2015-2030, khususnya pertumbuhan inklusif dan pengentasan kemiskinan. Masih banyak ruang untuk meningkatkan adopsi nilai-nilai SDGs 2015-2030 ke dalam prinsip dan indikator ISPO kedepan. 
“Yang saya tekankan, keberlanjutan menjadi kata kunci yang harus dilaksanakan pada pengembangan sektor kelapa sawit” tegas Darmin. 

Beberapa fokus yang sedang dikembangkan untuk memperkuat ISPO, antara lain (i) meningkatkan hirarki aturan atas kebijakan ini dari peraturan menteri menjadi peraturan presiden; (ii) mengikutsertakan para pemangku kepentingan untuk berkontribusi dalam peningkatan proses transparansi, kredibilitas, dan kepemilikan; (iii) mengenalkan keseimbangan peran dan fungsi antara pemerintah, pihak swasta, dan komunitas dalam implementasi ISPO; serta (iv) mengoptimalkan prinsip dan kriteria ISPO sebagai alat untuk menguji kepatuhan terkait prinsip keberlanjutan. 

Turut hadir dalam acara ini Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang P.S. Brodjonegoro, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Ketua GAPKI Joko Supriyono, Pengamat bidang pertanian Bayu Krisnamurthi, dan stakeholder sektor kelapa sawit nasional dari 30 negara. 

Optimalkan Kebijakan Kelapa Sawit Berdaya Saing dan Pro-Masyarakat

Sektor kelapa sawit menghadapi penurunan harga crude palm oil (CPO) sebesar 24% dari USD 636 per ton menjadi USD 485 per ton hingga akhir Oktober 2018. Pemerintah telah menyiapkan dua arah kebijakan sektor kelapa sawit untuk menjaga daya saing di pasar global. 

Dua arah kebijakan tersebut adalah : (i) sisi penawaran, meliputi moratorium kelapa sawit, penyelesaian penguasaan tanah dalam kawasan hutan (PPTKH), Kebijakan Satu Peta, penguatan ISPO, dan penyesuaian pungutan ekspor; serta (ii) sisi permintaan, meliputi optimalisasi B20 dan kebijakan hilirisasi produk kelapa sawit.   
Selain itu, pemerintah juga membuka kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan petani kelapa sawit melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang telah  diimplementasikan sejak 13 Oktober 2018. Program ini dioptimalkan mengingat posisi petani kelapa sawit yang menjadi elemen penting dari keberlanjutan sektor kelapa sawit. 

Untuk meningkatkan kinerja PSR, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) akan menyederhanakan penyediaan dana PSR, dan meningkatkan target pencapaian lahan PSR dari 14.000 hektare menjadi 50.000 hektare hingga akhir November 2018. Saat ini program PSR telah dilakukan di Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan Riau, serta akan terus diimplementasikan di seluruh Indonesia. 

Tidak hanya itu, pemerintah juga sedang mengkaji sistem pungutan ekspor guna meningkatkan hilirisasi produk kelapa sawit. Adapun untuk mengatasi kampanye hitam di pasar global, pemerintah  membentuk Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) bersama Malaysia untuk menjaga daya saing secara kolektif di pasar global dan menyelesaikan kendala perdagangan di beberapa negara destinasi ekspor, seperti India, Pakistan, Cina, Eropa, dan Afrika. (ekon)

*
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Hermin Esti Setyowati

email: humas@ekon.go.id 
twitter dan instagram: @perekonomianRI 
website: www.ekon.go.id

Selasa, 30 Oktober 2018

Press Rilis: Jasa Marga Raih Dua Penghargaan BUMN Hadir Untuk Negeri Award 2018


PRESS RELEASE
PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
No. 256/2018
Tanggal 30 Oktober 2018

Bontang (30/10) - PT Jasa Marga (Persero) Tbk. meraih dua penghargaan sekaligus dalam ajang BUMN Hadir Untuk Negeri Award 2018 di Hotel Equator Bontang, Kalimantan Timur, Senin (29/10). Dua program unggulan yang meraih penghargaan yaitu Terbaik I Program Siswa Mengenal Nusantara-BUMN Hadir Untuk Negeri (BHUN)Tahun Tahun 2017 dan Terbaik II Program Bedah Rumah Veteran (BRV) Periode 2015-2017 Kategori 100-200 Rumah. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno dan diterima oleh Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani.

Program BHUN yang diinisiasi oleh Kementerian BUMN dan konsisten dilakukan oleh BUMN sejak tahun 2015 merupakan upaya mewujudkan peran BUMN sehingga manfaat BUMN bagi masyarakat benar-benar dapat hadir di tengah masyarakat.

Adapun seleksi untuk program BHUN Award dilakukan dari bulan September 2018. Juri BHUN Award 2018 berasal dari kalangan internal dan eksternal. Juri internal dari Kementerian BUMN terdiri dari Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Hambra, Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Aloysius Kiik Ro, dan Staf Khusus II Menteri BUMN Judith Dipodiputro. Sedangkan juri eksternal mewakili kalangan akademisi yaitu Dekan School of Business and Economics of Universitas Prasetiya Mulya Agus W. Soehadi, Managing Director Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Toto Pranoto, untuk kalangan praktisi yaitu Senior Editor Majalah SWA Group Edhy Aruman serta Pendiri dan Direktur Eksekutif CORE Indonesia Hendri Saparini.

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada BUMN yang telah menyelenggarakan rangkaian kegiatan BUMN Hadir Untuk Negeri Tahun 2017. Penyelenggaraan Program BHUN Tahun 2017 yang dilaksanakan di Provinsi Bali merupakan sinergi BUMN, Jasa Marga-Surveyor Indonesia-Indonesia Tourism Center Development Corporation (ITDC). Adapun rangkaian Program BHUN Tahun 2017 di Provinsi Bali meliputi Siswa Mengenal Nusantara (SMN), Bedah Rumah Veteran, Jalan Sehat 5 Km, Upacara Bendera 17 Agustus, dan Pembinaan Mantan Atlet.

Kriteria penilaian BHUN Award dimulai dengan pengumpulan laporan dari masing-masing BUMN. Kemudian, dilanjutkan dengan rekapitulasi self assesment dari seluruh BUMN. Formulasi penilaian juga turut melibatkan pihak eksternal independen. Selanjutnya, masing-masing BUMN melakukan presentasi. Terakhir adalah penjurian final pada tanggal 25 September 2018 oleh Dewan Juri yang berasal dari internal dan eksternal Kementerian BUMN.

Desi Arryani menyatakan bahwa program BHUN yang dilaksanakan merupakan wujud sinergi BUMN yang positif antara Jasa Marga-Surveyor Indonesia dan ITDC. Khususnya Program SMN yang menjadi wadah edukasi mengenalkan peran BUMN bagi pembangunan Indonesia khususnya generasi muda. Menariknya program SMN juga mengajak peserta dari difabel.

"Ini saya memegang dua piala. Yang satu adalah piala juara satu Siswa Mengenal Nusantara dan kedua adalah juara kedua Bedah Rumah Veteran. Saya ucapkan terima kasih kepada tim. Piala ini adalah hasil program BHUN tahun 2017 yang dilaksanakan oleh Kementerian BUMN. Kepada Tim PKBL Jasa Marga dan semua tim yang telah terlibat dalam acara ini, saya ucapkan selamat dan tentunya ke depan prestasi ini saya harapkan dapat terus dicapai dan dipertahankan. Sekali lagi, selamat!" ujar Desi Arryani saat ditemui di sela-sela penganugerahan BHUN Award 2018.

Program SMN bertujuan untuk mewujudkan rasa nasionalisme sebagai bangsa yang memiliki keragaman kekayaan Nusantara. Program yang berlangsung dari tanggal 16 sampai 24 Juli 2017 merupakan program pertukaran pelajar setingkat SMA dan Sederajat, di mana 20 orang siswa terpilih tingkat Provinsi Bali dikirim ke Provinsi Maluku Utara untuk mengikuti kegiatan yang dikelola oleh BUMN lainnya. Sebaliknya, Provinsi Bali menerima 20 orang siswa terpilih setingkat Provinsi Maluku Utara untuk mengenal lebih jauh Provinsi Bali dari sisi pendidikan, sosial budaya, pariwisata, dan enterpreneurship.

Selama mengikuti SMN, siswa tinggal di rumah warga di Desa Mas Ubud untuk mempelajari berbagai budaya lokal, seperti tari Bali, seni ukir, seni kuliner Bali dan Subak. Peserta SMN juga mengunjungi lokasi-lokasi wisata dan bersejarah serta pusat pendidikan utama di Bali. Selain itu, dalam rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan berbagai pelatihan untuk mengembangkan keahlian seperti pelatihan menulis dan kelas memasak.

Program Bedah Rumah Veteran merupakan program pemenuhan tempat tinggal layak untuk Veteran Indonesia sebagai bentuk ucapan terima kasih atas jasa yang diberikan. Untuk Tahun 2015, Jasa Marga membangun 28 rumah di Provinsi Sumatera Selatan sinergi Jasa Marga dengan BUMN PT Pupuk Sriwidjaja Palembang dan PT Indofarma Tbk., tahun 2016 Jasa Marga membangun 40 rumah di Provinsi Sulawesi Utara hasil sinergi dengan BUMN, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dan PT Industri Kapal Indonesia (Persero) sedangkan tahun 2017 Jasa Marga membangun sembilan rumah di Provinsi Bali sinergi dengan Surveyor Indonesia- ITDC. Pada tahun 2017, Jasa Marga juga membangun 30 rumah di Sulawesi Selatan. Total 107 rumah yang dibangun untuk veteran yang tersebar di berbagai provinsi sepanjang tahun 2015-2017.

----------------------------------------

Untuk keterangan lebih lanjut hubungi:
Dwimawan Heru
AVP Corporate Communication
PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
Plaza Tol Taman Mini Indonesia Indah
Jakarta 13550

Senin, 29 Oktober 2018

Konpres Lion Air 29 Oktober 2018: Informasi Penerbangan Lion Air JT-610 Rute Soekarno-Hatta, Tangerang ke Pangkalpinang


Warmest Greeting from Corporate Communications!

Dear Rekan Media

Melalui kesempatan baik ini, kami menyampaikan – pernyataan media (media statement) dengan keterangan terlampir dan dalam body e-mail.

Demikian informasi ini kami sampaikan.
Atas perhatian dan kerjasama yang baik, kami ucapkan terima kasih.

Informasi Penerbangan Lion Air JT-610 Rute Soekarno-Hatta, Tangerang ke Pangkalpinang

Penerbangan Lion Air  nomor penenerbangan JT 610 dengan rute penerbangan Cengkareng menuju Pangkalpinang mengalami kecelakaan setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, pukul 06:20 WIB menuju Pangkalpinang. Setelah 13 menit mengudara pesawat jatuh di koordinat S 5’49.052” E 107’ 06.628”  (sekitar Kerawang) 29 Oktober 2018.

Pesawat mengangakut 178 penumpang dewasa satu penumpang anak-anak dan dua penumpang bayi  termasuk dalam penerbangan ini ada tiga pramugari sedang pelatihan dan satu teknisi.

Pesawat dengan regitrasi PK-LQP jenis Boieng 737 MAX 8. Pesawat ini buatan 2018 dan baru dioperasikan oleh Lion Air sejak 15 Agustus 2018 . Pesawat dinyatakan laik operasi.

Pesawat dikomandoi Capt. Bhavye Suneja dengan copilot Harvino  bersama enam awak kabin atas nama Shintia Melina, Citra Noivita Anggelia, Alviani Hidayatul  Solikha, Damayanti Simarmata, Mery Yulianda, dan Deny Maula. Kapten pilot sudah memiliki jam terbang lebih dari 6.000 jam terbang dan copilot telah mempunyai jam terbang lebih dari 5.000 jam terbang

Lion air sangat prihatin dengan kejadian ini dan akan berkerjasama dengan instansi terkait dan semua pihak   sehubungan dengan kejadian ini.

Terkait dengan kejadian ini kami membuka crisis center di nomor telepon  021-80820000 dan untuk infomasi penumpang di nomor telpon  021-80820002

Kami  akan terus  memberikan informasi terbaru sesuai perkembangan  lebih lanjut.

** Selesai ***

*) Untuk pernyataan ini, rekan media dapat menggunakan kutipan dari narasumber Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro.

Kontak Informasi dan Media
CORPORATE COMMUNICATIONS
\Management Office - Lion Air Tower
Gajah Mada Street No.7, 3rd Floor, Central Jakarta, Indonesia
www.lionair.co.id

Senin, 22 Oktober 2018

Perkembangan ICT 6: Media Konvergesi, Efek dan Akibat


Perkembangan teknologi mau tidak mau mengakibatkan adanya konvergensi media. Konvergensi media merupakan penyatuan atau penggabungan berbagai media dan teknologi komunikasi. Konvergensi media menjadi integrasi dari fungsi-fungsi beberapa media ke dalam satu media. 


Hal ini meruntuhkan tembok pemisah antara berbagai teknologi dan aplikasi komunikasi dan informasi, sehingga antara teknologi satu dan yang lainnya tidak dapat dibedakan lagi. Konvergensi muncul didorong oleh kebutuhan pengguna akan beberapa fungsi teknologi. Fungsi-fungsi tersebut awalnya berada pada media yang berbeda-beda, karena dorongan ini maka dihasilkanlah perpaduan dari beberapa fungsi ini ke dalam satu media saja. Disinilah konvergensi terjadi.

Konvergensi berkaitan dengan dunia digitalisasi. Setiap informasi berkembang dari format analog menjadi format digital. Apa itu digital? Teknologi digital berkaitan dengan internet, maka dari itu konvergensi memungkinkan bergabungnya media telekomunikasi tradisional dengan internet sekaligus. Dibanding analog, digital memiliki beberapa kelebihan seperti memproses informasi lebih cepat, tidak mudah terganggu oleh gangguan luar seperti cuaca dan bangunan, dan tampilan yang modern. Konvergensi teknologi yang besar dimulai ketika ditemukan telepon, televisi dan komputer yang kemudian teknologi ini disatukan dengan teknologi internet yang akhirnya berkembang tanpa batas.

Fenomena konvergensi media yaitu hadirnya beragam media yang menggabungkan teknologi komunikasi baru dengan teknologi komunikasi tradisional (Preston, 2001 : 2).

Banyak sekali contoh konvergensi media saat ini, berikut saya paparkan beberapa contohnya :

Televisi digital, televisi multisaluran/televisi kabel. Saat ini masyarakat tidak hanya menonton televisi dari televisi saja. Konvergensi terjadi antara komputer dan televisi, dimana kita bisa menonton televisi melalui komputer. Tidak hanya itu, bahkan televisi bisa ditonton melalui ponsel. Hal ini membuktikan konvergensi media membuat berbagai hal menjadi praktis dalam satu media, bayangkan saja sekarang kita bisa menonton televisi kapan saja dan bisa dibawa kemanapun melalui ponsel tanpa harus duduk diam menonton televisi dirumah. Komputer kini tidak hanya digunakan untuk akses informasi dan mengolah data informasi saja, namun sudah bertumbuh dengan adanya akses internet dan siaran televisi. Menurut saya, konvergensi media mengubah paradigma orang tentang televisi, dulu saya hanya beranggapan bahwa televisi itu berbentuk besar, kotak, memiliki antenna dalam dan luar. Namun perkembangan yang terjadi membuat paradigma saya berubah bahwa televisi memiliki berbagai bentuk, mulai dari televisi di ponsel yang berukuran kecil, televisi di komputer sampai layar LCD televisi yang besar. Ada juga televisi kabel dari konvergensi antara televisi dan telepon, yang memungkinkan penggunanya untuk bisa memilih sendiri siaran yang disukai serta mengajukan permintaan siaran melalui layanan telepon yang disediakan.

Hanphone/ ponsel. Konvergensi media terjadi juga pada ponsel. Kita tidak menggunakan ponsel hanya untuk komunikasi saja tapi ada fungsi-fungsi lainnya. Saat ini terdapat banyak layanan-layanan media didalam ponsel, yang tidak terbatas hanya untuk sms dan telepon. Kamera foto, video, musik atau mp3, televisi, radio, 3G, bahkan akses internet ada dalam satu media ponsel. Hal ini jelas memudahkan dan menguntungkan pengguna ponsel dalam melakukan berbagai aktifitas. Pengguna tidak perlu membeli kamera foto yang harganya cukup mahal, tapi bisa memotret dengan menggunakan ponsel.


Televisi online. Adalah televisi melalui internet dimana teknologi ini adalah penggabungan dari media televisi dan internet. Masyarakat sekarang bisa menonton televisi melalui internet. Di Indonesia sendiri contoh-contoh televisionline adalah seperti yang dimiliki Metro TV yaitu www.metrotvnews.com, dan SCTV yaitu www.liputan6.com.

IPTV (Televisi Internet protokol) Merupakan televisi hasil konvergensi dari siaran televisi, televisi kabel, akses internet dan layanan telepon yang dikirimkan menggunakan protokol Internet melalui jaringan broadband (August E. Grant & Jennifer H. Meadows, 2008 : 113). IPTV merupakan televisi interaktif yang menggambarkan konvergensi televisi dengan teknologi media digital seperti komputer, perekam video pribadi, dan perangkat mobile telepon, yang memungkinkan interaktivitas pengguna. Konsep program interaktif ini berupa kuis interaktif, partisipasi penonton, pemilihan akhir drama, dan memesan produk atau home shopping.

Hadirnya internet membuktikan konvergensi media. Cukup dengan satu media komputer kita sudah bisa mengakses berbagai informasi, membaca surat/email, menonton televisi, mendengarkan musik, radio, layanan banking, berbicara melalui video (skype), dan menelepon. Wah, saya sendiri pun tercengang dengan perkembangan teknologi yang canggih ini.

IPad merupakan bentuk dari salah satu perkembangan teknologi yang maju. IPad adalah produk konvergensi dari telepon dan komputer. Perpaduan dua media ini menghasilkan media yang canggih dan modern dimana IPad menyajikan bermacam-macam layanan yang ada di telepon maupun di komputer termasuk akses internet.


Berbicara tentang implikasi (akibat, dampak, atau pengaruh) dari konvergensi media tentu banyak sekali. Konvergensi media memiliki implikasi positif dan negatif. Implikasi positifnya :

– Konvergensi media memperkaya informasi secara meluas tentang seluruh dunia karena ada akses internet.

– Memberikan banyak pilihan kepada masyarakat pengguna untuk dapat memilih informasi yang diinginkan sesuai selera, contohnya saja adalah televisi interaktif dan televisi multisaluran dimana pengguna memilih sendiri program siaran yang disukai. Sehingga penggunaan teknologi konvergensi menjadi lebih personal.

– Lebih mudah, praktis dan efisien. Tidak perlu punya dua media kalau ternyata bisa punya satu media saja dengan dua fungsi.

– Timbulnya demokratisasi informasi dimana semua orang bisa mengakses informasi secara bebas dan luas dengan berbagai cara dan bentuk.

– Dalam implikasi ekonomi, konvergensi berpengaruh terhadap perusahaan dan industri teknologi komunikasi karena mengubah perilaku bisins. Keuntungan yang didapat dari hasil konvergensi media sangat menguntungkan dan memajukan perusahaan. Selain itu, mudahnya akses informasi membuat industri dan perusahaan semakin mudah dan cepat mengantisipasi tantangan, kebutuhan baru konsumen serta persaingan yang mengetat.

– Di bidang pekerjaan, jelas sekali di jaman sekarang ini jenis-jenis pekerjaan yang berhubungan dengan teknologi digandrungi banyak orang dan peminat seperti hal-hal yang berbau IT atau sistem informasi, menurut saya hal ini menjadi bukti kuatnya teknologi dalam kehidupan manusia.

– Masyarakat mendapatkan informasi lebih cepat. Contohnya, para pembaca berita online hanya dengan mengklik informasi yang diinginkan di komputer maka sejenak informasi itu pun muncul.

– Interaktif. Masyarakat bisa langsung memberikan umpan balik terhadap informasi-informasi yang disampaikan. Media konvergen memunculkan karakter baru yang makin interaktif, dimana penggunanya mampu berkomunikasi secara langsung dan memperoleh konsekuensi langsung atas pesan (Severin dan Tankard, 2001: 370).

– Konvergensi media menyediakan kesempatan baru yang radikal dalam penanganan, penyediaan, distribusi dan pemrosesan seluruh bentuk informasi secara visual, audio, data dan sebagainya (Preston, 2001: 27).

Konvergensi media juga tidak terlepas dari implikasi negatif, yaitu :

– Perubahan gaya hidup masyarakat yang menjadi kecanduan teknologi (cybermedia dan cybersociety). Adanya ketergantungan teknologi dimana segala sesuatu menjadi serba praktis dan otomatis. Menurut saya teknologi yang praktis memang bagus karena mempercepat dan memudahkan, namun hal ini juga bisa menjadi buruk jika kita tidak bijak menggunakannya,mengapa? Karena dengan adanya praktis kita cenderung menjadi orang yang “malas” dimana segala yang otomatis akan mempercepat hilangnya pekerjaan karena pekerjaan manusia sudah bisa digantikan dengan teknologi yang canggih.


– Munculnya masyarakat digital/ masyarakat maya. Kemajuan teknologi konvergensi yang maju telah mempersempit jarak dan mempersingkat waktu. Jarak dan waktu sudah bukan masalah lagi, misalnya anda di Eropa dengan saya di Asia bisa saling berkomunikasi saat itu juga melalui internet atau media lainnya tanpa perlu bertemu langsung. Hal ini menimbulkan masyarakat maya dimana komunikasi langsung secara face to face sudah tidak diminati lagi. Pendapat saya ini diperkuat dalam buku berjudul Handbook of new media: social shaping and social consequences of ICTs, dikatakan bahwa media konvergen menyebabkan derajat massivitas massa berkurang, karena komunikasinya makin personal dan interaktif (Lievrouw dan Livingstone, 2006: 164).

– Media cetak/media tradisional/media konvensional mulai kalah dengan media modern/media baru/ media online.

– Kesenjangan sosial yang semakin besar.

Adanya dampak positif dan negatif dari konvergensi media pada akhirnya menimbulkan tantangan-tantangan baru yaitu :

– Menurunnya media cetak, dimana media tradisional atau konvensioanal tertinggal sehingga pers tradisional digantikan oleh pers online. Dalam media digital wartawan bebas mengupdate informasi secara langsung dengan teknologi konvergensi, akibatnya fungsi editor berkurang dalam pers. Masyarakat melalui media digital dapat mengetahui berita pada waktu sesungguhnya atau pada saat peristiwa berlangsung, hal ini berbeda dengan media cetak yang harus menunggu keesokan harinya agar berita dapat disebarluaskan. Contoh konvergensi dalam hal ini seperti www.detik.com dan www.lintasberita.com . Ditambah lagi pemerintah juga sudah memanfaatkan teknologi konvergensi ini dengan membuka laman internet untuk publikasi informasi. Maka dari itu hal ini menjadi tantangan media massa konvensional agar tidak terus ketinggalan dengan media digital dan harus mengembangkan manajemen pemberitaannya menjadi lebih cepat, akurat, lengkap dan dapat segera diakses masyarakat di seluruh dunia.


– Berkurangnya interaksi sosial secara langsung menyebabkan komunikasi yang tidak efektif. Hal ini sebagai tantangan dari dampak negatif konvergensi media dimana face to face mulai tidak diminati lagi, orang lebih cenderung suka berkomunikasi lewat media. Akibatnya adalah hilangnya social presencesehingga komunikasi tidak efektif. Mengapa tidak efektif? karena tidak melihat dan merasakan langsung ekspresi wajah serta bahasa tubuh lawan bicara yang akhirnya malah akan timbul kesalahpahaman isi pesan. Contohnya, sekarang orang lebih suka berbicara melalui ponsel dibandingkan bertemu langsung, alhasil resiko adanya misunderstanding semakin besar.

– Timbulnya kesenjangan sosial yang semakin besar merupakan tantangan bagi konvergensi media. Dulu perbedaan kelas-kelas sosial dipengaruhi oleh faktor ekonomi, pendidikan, dst, namun di masa digital kini, perbedaan kelas sosial semakin jelas terlihat karena dipengaruhi oleh kemampuan akses informasi seseorang. Contohnya, masyarakat di perkotaan dengan yang tinggal di pedesaan memiliki perbedaan dalam mengakses teknologi, dimana masyrakat di kota lebih cepat dan mudah dalam mengakses teknologi dibanding di pedesaan.

– Hal lain yang menjadi tantangan konvergensi media adalah kesiapan masyarakat agar tidak menimbulkan cultural schock. Perkembangan teknologi seperti konvergensi media merupakan hal baru dan canggih bagi masyarakat, namun kadang sebagian masyarakat belum siap dengan inovasi teknologi ini baik siap secara ekonomi maupun secara pengetahuan. Maka dari itu, perusahaan-perusahaan yang menyediakan teknologi ini harus benar-benar memikirkan daya kesiapan masyarakat dengan hal yang baru, harus sepintar mungkin mengadaptasikan teknologi ini kepada masyarakat. Tantangan lainnya adalah latar belakang budaya dan kebiasaan teknologi masyarakat. Para pelaku konvergensi media harus bisa menyesuaikan teknologi konvergensi media ini dengan budaya-budaya yang ada dalam masyarakat.

– Tantangan selanjutnya adalah antara konvergensi dengan peraturan (regulasi). Dalam hal ini pemerintah selaku regulator bertanggung jawab penuh dalam menciptakan peraturan untuk melindungi seluruh masyarakat dari pengaruh negatif media dan mengatur kebebasan konvergensi media agar tetap pada batasnya. Hal ini diharuskan agar tidak terjadi tabrakan kepentingan yang merugikan satu pihak dimana biasanya para pengguna/masyarakatlah yang menjadi korban konvergensi.

Regulasi berkaitan dengan seberapa jauh hak masyarakat dalam menggunakan/ mengakses media konvergensi serta seberapa jauh distribusi media konvergensi dapat dijangkau oleh masyarakat. Isi media konvergen juga harus dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan norma dan etika yang berlaku dalam masyarakat.

Kesimpulan saya, sudah jelas di tahun 2011 ini perkembangan teknologi tiada berhenti berkembang. Tahun berganti tahun kedepan perkembangan teknologi terjadi, pengetahuan manusia berkembang hari demi hari yang akhirnya menghasilkan inovasi kreatif dan kemajuan teknologi terus menerus. Konvergensi media merupakan bukti kedinamisan dunia yang selalu mengalami perubahan. Perkembangan yang terjadi memang akan menghasilkan masyarakat yang modern apalagi dengan konvergensi media ini, namun perlu digaris bawahi bahwa kemajuan yang ada juga harus disertai regulasi yang mengatur, mengapa? Karena regulasi sudah hampir ketinggalan dari perkembangan teknologi. Jangan sampai kemajuan besar-besaran yang canggih menjadi terlalu bebas sehingga tidak mempertimbangkan dan memperhatikan nilai sosial budaya, nilai moral dan etika yang ada di masyarakat. Perlu diingat pula bahwa teknologi hanya membantu memudahkan aktivitas masyarakat, bukan berarti menjadi mendarah daging sampai ketergantungan teknologi. Contohnya karena ada media konvergen, manusia jadi cenderung “malas” dan serba praktis. Maka dari itu kita harus pintar dan bijaksana dalam menggunakannya serta berhati-hati agar tidak terjebak dalam hal ini..

Referensi :

Grant, August E. & Meadows, Jennifer H. (2008). Communication Technology Update and Fundamentals. Focal Press. USA.

Lievrouw, Leah A. & Livingstone, Sonia M. (2006). Handbook of New Media: Social Shaping and Social Consequences of ICTs. SAGE. London.

Preston, Paschal. (2001). Reshaping Communications: Technology, Information and Social Change. SAGE. London.

Setiawan, Judhie. (2009). Konvergensi Teknologi dan Media (internet). Tersedia dalam : http://www.slideshare.net/judhie/konvergensi (diakses 20 Maret 2011).

Severin, Joseph Werner. & Tankard, James W. (2001). Communication Theories: Origins, Methods, and Uses in the Mass Media. Longman. New York.

Sabtu, 20 Oktober 2018

Manajemen Media 3: Manajemen Media Massa Menurut UU Pers


Jakarta -- Media merupakan salah satu lembaga penting bangsa. Untuk melaksanakan peran dan fungsi media yang benar, media harus menerapkan peraturan secara profesional. Perilaku media tidak dapat dilepaskan dari kepentingan pihak-pihak yang terkait dengan sistem media. Secara umum, pers adalah seluruh industri media yang ada, baik cetak maupun elektronik. 

Media massa merupakan alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari sumber ke khalayak (penerima) dengan menggunakan alat-alat komunikasi mekanis, seperti surat kabar, film, radio, dan televisi. 

Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa media massa merupakan media yang digunakan dalam penyampaian pesan dari komunikator kepada khalayak yang berjumlah besar secara serempak.

Namun secara khusus, pengertian pers adalah media cetak (printed media). Dengan demikian, Undang-Undang Pers berlaku secara general untuk seluruh industri media, dan secara khusus untuk media cetak. Peraturan dapat menjadi hukum yang ditetapkan oleh pemerintah (seperti UU Pers); atau kode etik yang ditetapkan oleh wartawan atau organisasi profesi (seperti Kode Etik Jurnalistik). 

Peraturan pers di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Untuk mendukung pelaksanaan UU Pers, Dewan Pers menetapkan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Sedangkan peraturan media penyiaran yang ditetapkan oleh Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. 

Sebagai penjabaran dari UU Penyiaran, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menetapkan Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) sebagai proses batas pembuatan program siaran; dan Penyiaran Standar Program (SPS) sebagai batas program siaran dalam pengiriman. 

Ciri khasnya dibanding dengan perusahaan non media massa :
Unik
Indutri dari media massa mempunyai karakter yang khusus. Komoditi utama dari bisnis media massa adalah informasi/berita, sedangkan perusahaan non media massa lebih fokus pada produk. Bisnis industri media massa harus cepat, akurat, lengkap dan menarik. Proses pendistribusian dan pemberitaan berlangsung cepat.

Misalnya, untuk penerbitan koran pagi bagi pelanggan dalam kota, koran harus sudah diterima pukul 05.30 WIB, untuk pelanggan luar kota, koran sudah harus mulai dikirim pukul 03.00 WIB. Hal ini berarti bagian percetakan harus sudah mencetak koran sebanyak-banyaknya sebelum pukul 03.00 WIB, sedangkan bidang redaksi sudah harus menyelesaikan pekerjaan pukul 24.00 WIB.

Media massa ini terdiri dari koran, majalah, radio, televisi, dan film.
Karakteristik lain dari media massa secara konsepsional adalah :
Komunikasi media massa diperuntukkan bagi khalayak luas, heterogen dan tersebar, serta tidak mengenal batas geografis kultural.

Bentuk kegiatan komunikasi melalui media massa bersifat umum.
Penyampaian pesan melalui media massa cenderung berjalan satu arah.
Kegiatan komunikasi melalui media massa dilakukan secara terencana, terjadwal, dan terorganisasi.

enyampaian pesan melalui media massa, dilakukan secara berkala, tidak bersifat temporer.
Isi pesan yang disampaikan melalui media massa mencakup berbagai aspek kehidupan manusia seperti sosial, ekonomi, politik, budaya, dan lainnya yang mencakup di sekitar lingkungan manusia.

UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers mengatur ketentuan pers sebagai perusahaan. Pasal 1 ayat (2) UU Pers memuat ketentun bahwa yang dimaksud dengan perusahaan pers adalah badan hukum Indonesia yang menyelenggarakan usaha pers meliputi perusahaan media cetak, media elektronik, dan kantor berita, serta perusahaan media lainnya yang secara khusus menyelenggarakan, menyiarkan atau menyalurkan informasi.

Lebih lanjut pada Pasal 3 ayat (1) UU Pers termuat ketentuan mengenai fungsi pers, yakni sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial. Pasal 3 ayat (2) UU Pers menyebutkan pula bahwa pers memiliki fungsi lain yakni sebagai lembaga ekonomi. Keempat fungsi utama pers disebut sebagai aspek ideal dari pers, sementara fungsi lembaga ekonomi disebut sebagai aspek komersial.

Perkembangan saat ini
Perkembangan konsentrasi media belum tentu juga berdampak sama bagi kehidupan masyarakat lainnya. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan regulasi yang dapat mengatur atau membatasi pemusatan kepemilikan media massa, khususnya penyiaran yang menggunakan ranah publik (public domain). Ini dimaksudkan terutama untuk menjamin adanya keragaman kepemilikan (diversity of ownership), keragaman isi (diversity of content), dan kebergaman pendapat di media (diversity of voice). 

Kekuatan aspek ekonomi menjadi satu hal paling penting bagi media untuk bertahan hidup. Mungkin hal inilah yang menjadikan banyak media kemudian ‘menyerah’. Yang kuatlah yang akan bertahan dengan ‘kekuasaan’ yang ada. Tentu saja fenomena monopoli media ini sangatlah kompleks jika dilihat dari sudut pandang ekonomi karena dunia bisnis sama rumitnya dengan dunia pers kita saat ini.

Melihat dari kondisi di atas, penerapan UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers untuk perkembangan saat ini kurang relavan. Masih banyak kepentingan-kepentingan pihak media yang diprioritaskan, bahkan media bukan lagi milik rakyat tetapi milik kepentingan pemilik media.

Senin, 15 Oktober 2018

Perkembagan ICT 5: Sistem Relai dan Media Transmisi


Stasiun relay pada penyiaran radio dan televisi maksudnya adalah sistem penyiaran antara pemancar ke pemancar (transmitter) yang secara kontineu wilayah lain yang lebih jauh. Hal ini dikenal juga dengan istilah sistem terresterial/diatas tanah. Gelombang mikro yang digunakan untuk siaran televisi, merambat lurus dan tidak dapat mengikuti lengkungan bumi. Gelombang televisi ini hanya dapat diterima bila tidak terhalang. Walaupun tidak ada penghalang, tetapi jika jarak antara pemancar dan penerima ini sangat jauh, gelombang televisi juga tidak dapat diterima oleh pesawat penerima televisi. Jika gelombang terhalang oleh gunung maka di atas gunung dipasang stasiun relay, demikian selanjutnya hingga dapat diterima dengan baik oleh pesawat penerima televisi serta stasiun penyiaran televisi lain di daerah selanjutnya.

Sebagai contoh stasiun televisi TVRI di Jakarta mengirimkan gelombang elektromagnetik melalui kanal Very High Frequency pada wilayah Ibukota Jakarta melalui pemancarnya di Senayan. Sedangkan agar dapat menghubungkan siarannya dengan stasiun penyiaran di Bandung (termasuk wilayah diantara kedua kota tersebut) maka TVRI mengirim sinyal gelombang elektromagnetik (Super High Frequency) ke stasiun relay di Gunung Tella (Bogor). Stasiun relay di Bogor ini juga berfungsi sebagai stasiun penguat pada kanal Ultra High Frequency. Pancaran sinyal dari Bogor inilah yang mengirim gambar ke Ibukota Jakarta juga tetapi melalui kanal UHF. Mengapa TVRI mengirimkan gelombang siarannya dengan dua kanal berbeda? Karena sejak awal tahun 1962 stasiun televisi masih jarang dan jalur siarannya berada pada kanal VHF.

Ketika tahun 1990 dimana stasiun televisi swasta mulai berdiri, pemerintah menempatkannya pada kanal UHF, karena VHF ketika itu telah penuh. Untuk mengikuti perkembangan jaman maka manajemen TVRI memindahkan juga pada UHF dengan pemancar sterio dari Gunung Tella. Akan tetapi hingga saat ini pembangunan stasiun transmisi Gunung Tella yang lebih canggih dari pemancar di Senayan tidak mengangkat kualitas gambar siaran TVRI secara signifikan. Hal ini terjadi karena pemancar TVRI opposite/bertolak belakang dengan pemancar televisi swasta yang berkumpul di wilayah barat Jakarta, berpusat mengikuti trend RCTI yang telah leading dengan pemancar di Kebun Jeruk. Selanjutnya kebijakan manajemen TVRI akan membangun pemancar di wilayah Joglo yang diharapkan akan beroperasi pada tahun 2007. Maka fungsi stasiun relay ialah untuk menerima gelombang elektromagnetik dari stasiun pemancar, kemudian memancarkan gelombang itu di daerahnya.

Dibeberapa negara tetangga dapat kita lihat bahwa fungsi pemancar (transmitter) beberapa stasiun televisi dijadikan satu berpusat pada suatu pemancar yang tinggi dan indah. Hal ini dapat dijadikan tempat untuk pusat tujuan pesawat penerima televisi di setiap daerah untuk menerima sinyal. Selain tujuan utama telah didapatkan maka kepentingan selanjutnya untuk tempat rekreasi dan pariwisata daerah tersebut. Dimana setiap wisatawan dapat menikmati pemandangan kota secara luas melalui pemancar tersebut. Beberapa pemancar televisi yang dikenal adalah Menara Eiffel, Shanghai Pearl Tower, Tokyo Tower, Kuala Lumpur Tower, dan lain-lainnya.

Gelombang mikro yang digunakan untuk siaran televisi, merambat lurus dan tidak dapat mengikuti lengkungan permukaan bumi. Gelombang televisi ini hanya dapat diterima baik bila tidak terhalang. Walaupun tidak ada penghalang, tetapi jarak antara pemancar dan penerima ini sangat jauh, gelombang televisi juga tidak dapat diterima oleh pesawat penerima televisi. Jika gelombang terhalang oleh gunung maka diatas gunung dipasang stasiun relai.

Stasiun relai dipasang di Puncak agar siaran televisi dari Jakarta dapat diterima dengan baik di kota Bandung yang terhalang oleh pegunungan. Sedangkan untuk jarak Jakarta - Lampung atau Jakarta - Yogyakarta diperlukan beberapa stasiun relai untuk menyambungkan gelombang elektromagnetik. Fungsi stasiun relai ialah untuk menerima gelombang elektromagnetik dari stasiun pemancar, kemudian memancar luaskan gelombang itu didaerahnya.

Stasiun relai adalah bagian departemen teknik yang membuat suatu media penyiaran tetap mengudara. Stasiun penyiaran radio dan televisi harus memiliki tiga fasilitas pendukung utama siaran, yaitu ; menara atau antena pemancar, studio dan kantor pengelola. Ketiga fasilitas penyiaran itu tidak harus berada di satu lokasi yang sama. Banyak juga stasiun penyiaran yang memiliki studio/kantor yang terpisah dengan pemancar. Hal ini terjadi karena masing-masing fasilitas itu terkadang membutuhkan kondisi lingkungan yang berbeda-beda, seperti;

- TVRI memiliki kantor di kawasan Senayan, pemancarnya terletak di Senayan (VHF) hanya untuk kawasan Jakarta. Serta di Gunung Tela (Bogor) dan sekarang di pindahkan ke daerah Joglo.

- Indosiar memiliki kantor di jalan Daan Mogot, pemancarnya terletak di daerah Joglo dan yang terbaru serta tertinggi (390 m) di jalan panjang (samping RCTI).

- ANTV memiliki kantor di kawasan Kuningan, pemancarnya di daerah Joglo.

- SCTV memiliki kantor di kawasan Senayan City, pemancarnya di daerah Joglo.

- Trans TV memiliki kantor di kawasan Mampang, pemancarnya di daerah Joglo.

- TV7 juga memiliki pemancar di Joglo. Setelah dibeli oleh TRANS TV pemancarnya dapat bergabung.

- RCTI dan Global TV memiliki pemancar dan gedung yang bersamaan tempatnya.

- TPI memiliki kantor di daerah Cibubur sedangkan pemancarnya dapat mengunakan pemancar RCTI di Kebon Jeruk, karena memiliki manajemen yang satu atap.

Antena pemancar inilah yang selanjutnya akan memancarkan siaran televisi secara berantai keseluruh wilayah Indonesia kecuali daerah yang dibatasi oleh lautan yang sangat luas, tidak akan terjangkau. Sehingga harus menggunakan pengiriman sinyal ke satelit komunikasi di luar angkasa.

Kondisi pemancar televisi di Jakarta yang hampir seluruhnya berada di daerah Joglo dan Kebon Jeruk bukan merupakan ketidak segajaan. Akan tetapi hal itu disebabkan karena kondisi penyiaran diIndonesia yang menuntut akan kondisi tersebut. Pada awalnya pemancar televisi di Jakarta berpusat ke kawasan Senayan dimana TVRI memiliki pemancar. Namun sejak tahun 1989, ketika RCTI mulai melakukan siarannya dengan lokasi menara pemancar di Kebon Jeruk. Maka arah antena penerima televisi dirumah-rumah akan diarahkan ke Kebon Jeruk. Seiring dengan berdirinya beberapa televisi swasta di Jakarta, seluruhnya akan mencari perhatian pemirsa dengan mengikuti lokasi terdekat dari RCTI. Adapun wilayah yang tanahnya luas dan tidak padat penduduk serta gedung-gedung tinggi adalah kawasan Joglo. Hal ini memang saling menguntungkan karena stasiun televisi (komunikator) membutuhkan pemirsa (komunikan) demikian sebaliknya (dua arah). Dengan demikian akan menyebabkan arah antena pemirsa televisi akan dengan mudah menerima seluruh siaran televisi karena ada di kawasan yang searah.

Lokasi yang bagus untuk studio (biasanya yang mudah diakses dan memiliki nilai bisnis yang tinggi) belum tentu bagus secara estetis dan teknis untuk dipasang menara pemancar (biasanya dilokasi yang memiliki lahan luas, tidak terdapat gedung-gedung tinggi), demikian pula sebaliknya. Namun biasanya ketiga fasilitas pendukung itu berada di bawah kontrol pemilik yang sama, walaupun ada juga dalam kasus tertentu stasiun penyiaran menyewa antena pemancar dari pihak lain.

Stasiun relai berbeda dengan stasiun produksi dan penyiaran. Namun stasiun produksi dan penyiaran dapat berfungsi sebagai stasiun relai. Stasiun produksi dan penyiaran adalah stasiun penyiaran yang mampu menyiarkan dan memproduksi siarannya sendiri di suatu wilayah siarannya. Sehingga stasiun produksi dan penyiaran harus mampu memproduksi program siaran yang dibeli ataupun yang diproduksi sendiri, yang biasanya tentang ciri khas wilayahnya sendiri. Seperti siaran berita lokal, siaran program yang favorit di daerah tersebut, Ketoprak di Surabaya.

Stasiun produksi dan penyiaran dapat juga dikatakan televisi lokal, namun apabila stasiun tersebut dimiliki oleh stasiun induknya yang berada didaerah lain, maka fungsinya dapat menjadi stasiun relai yang menyiarkan program yang disiarkan stasiun induknya tersebut, selain menyiarkan program yang diproduksinya sendiri. Jumlah pegawainya dapat sekitar 10 sampai ratusan orang tergantung kebutuhan dan kemampuannya untuk mengerakkan operasional siarannya secara efektif. Sedangkan peralatan yang harus dimiliki tentunya sesuai dengan standar suatu stasiun penyiaran, kalau televisi yaitu peralatan master control, studio minimum dua buah, peralatan sistem lighting dan kamera yang lengkap. Sedangkan radio hampir sama hanya saja tidak diperlukan peralatan sistem kamera, karena tidak ada visualnya.

Media Transmisi

Media transmisi adalah media yang menghubungkan antara pengirim dan penerima informasi (data), karena jarak yang jauh, maka data terlebih dahulu diubah menjadi kode/isyarat, dan isyarat inilah yang akan dimanipulasi dengan berbagai macam cara untuk diubah kembali menjadi data

Berdasarkan bentuk fisik media transmisi ada 2 macam yaitu:
Media transmisi saluran fisik (Dapat dilihat dan diraba keberadaannya) : Disebut juga media guided atau terpandu, karena ada yang mengarahkan, dalam hal ini adalah kabel. Media dengan saluran atau jaringan kabel disebutWireline

Media transmisi saluran non fisik (Tidak dapat dilihat dan diraba keberadaannya): Disebut juga media unguided atau tidak terpandu, karena tidak ada yang mengarahkan biasanya berupa media udara. Gelombang yang digunakan adalah gelombang radio (frekuensi lebih tinggi daripada media transmisi fisik). Media dengan saluran non fisik disebut Wirelles

Contoh saluran fisik


Twisted Pair Cable

Twisted pair cable atau kabel pasangan berpilin terdiri dari dua buah konduktor yang digabungkan dengan tujuan untuk mengurangi atau meniadakan interferensi lektromagnetik dari luar seperti radiasi elektromagnetik dari kabel Unshielded twisted-pair (UTP),dan crosstalk yang terjadi di antara kabel yang berdekatan. Ada dua macam Twisted Pair Cable, yaitu kabel STP dan UTP. Kabel STP (Shielded Twisted Pair) merupakan salah satu jenis kabel yang digunakan dalam jaringan komputer. Kabel ini berisi dua pasang kabel (empat kabel) yang setiap pasang dipilin. Kabel STP lebih tahan terhadap gangguan yang disebebkan posisi kabel yang tertekuk. Pada kabel STP attenuasi akan meningkat pada frekuensi tinggi sehingga menimbulkan crosstalk dan sinyal noise. Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) banyak digunakan dalam instalasi jaringan komputer. Kabel ini berisi empat pasang kabel yang tiap pasangnya dipilin (twisted). Kabel ini tidak dilengkapi dengan pelindung (unshilded). Kabel UTP mudah dipasang, ukurannya kecil, dan harganya lebih murah dibandingkan jenis media lainnya. Kabel UTP sangat rentan dengan efek interferensi elektris yang berasal dari media di sekelilingnya.

Coaxial Cable
Kabel koaksial adalah suatu jenis kabel yang menggunakan dua buah konduktor. Kabel ini banyak digunakan untuk mentransmisikan sinyal frekuensi tinggi mulai 300 kHz keatas. Karena kemampuannya dalam menyalurkan frekuensi tinggi tersebut, maka sistem transmisi dengan menggunakan kabel koaksial memiliki kapasitas kanal yang cukup besar. Ada beberapa jenis kabel koaksial, yaitu thick coaxial cab le (mempunyai diameter besar) dan thin coaxial cable (mempunyai diameter lebih kecil). Keunggulan kabel koaksial adalah dapat digunakan untuk menyalurkan informasi sampai dengan 900 kanal telepon, dapat ditanam di dalam tanah sehingga biaya perawatan lebih rendah, karena menggunakan penutup isolasi maka kecil kemungkinan terjadi interferensi dengan sistem lain. Kelemahan kabel koaksial adalah mempunyai redaman yang relatif besar sehingga untuk hubungan jarak jauh harus dipasang repeater-repeater, jika kabel dipasang diatas tanah, rawan terhadap gangguan-gangguan fisik yang dapat berakibat putusnya hubungan.

Fiber Optic

Serat optik adalah saluran transmisi yang terbuat dari kaca atau plastik yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Berdasarkan mode transmisi yang digunakan serat optik terdiri atas Multimode Step Index, Multimode Graded Index, dan Singlemode Step Index. Keuntungan serat optik adalah lebih murah, bentuknya lebih ramping, kapasitas transmisi yang lebih besar, sedikit sinyal yang hilang, data diubah menjadi sinyal cahaya sehingga lebih cepat, tenaga yang dibutuhkan sedikit, dan tidak mudah terbakar. Kelemahan serat optik antara lain biaya yang mahal untuk peralatannya, memerlukan konversi data listrik ke cahaya dan sebaliknya yang rumit, memerlukan peralatan khusus dalam prosedur pemakaian dan pemasangannya, serta untuk perbaikan yang kompleks membutuhkan tenaga yang ahli di bidang ini. Selain merupakan keuntungan, sifatnya yang tidak menghantarkan listrik juga merupakan kelemahannya karena memerlukan alat pembangkit listrik eksternal.

Contoh saluran non fisik


Gelombang mikro
Gelombang mikro (microwave) merupakan bentuk radio yang menggunakan frekuensi tinggi (dalam satuan gigahertz), yang meliputi kawasan UHF, SHF dan EHF. Gelombang mikro banyak digunakan pada sistem jaringan MAN, warnet dan penyedia layanan internet (ISP). Keuntungan menggunakan gelombang mikro adalah akuisisi antar menara tidak begitu dibutuhkan, dapat membawa jumlah data yang besar, biaya murah karena setiap tower antena tidak memerlukan lahan yang luas, frekuensi tinggi atau gelombang pendek karena hanya membutuhkan antena yang kecil. Kelemahan gelombang mikro adalah rentan terhadap cuaca seperti hujan dan mudah terpengaruh pesawat terbang yang melintas di atasnya.

Satelit
Satelit adalah media transmisi yang fungsi utamanya menerima sinyal dari stasiun bumi dan meneruskannya ke stasiun bumi lain. Satelit yang mengorbit pada ketinggian 36.000 km di atas bumi memiliki angular orbital velocity yang sama dengan orbital velocity bumi. Hal ini menyebabkan posisi satelit akan relatif stasioner terhadap bumi (geostationary), apabila satelit tersebut mengorbit di atas khatulistiwa. Pada prinsipnya, dengan menempatkan tiga buah satelit geostationary pada posisi yang tepat dapat menjangkau seluruh permukaan bumi. Keuntungan satelit adalah lebih murah dibandingkan dengan menggelar kabel antar benua, dapat menjangkau permukaan bumi yang luas, termasuk daerah terpencil dengan populasi rendah, meningkatnya trafik telekomunikasi antar benua membuat sistem satelit cukup menarik secara komersial. Kekurangannya adalah keterbatasan teknologi untuk penggunaan antena satelit dengan ukuran yang besar, biaya investasi dan asuransi satelit yang masih mahal, atmospheric losses yang besar untuk frekuensi di atas 30 GHz membatasi penggunaan frequency carrier.

Gelombang radio
Gelombang radio adalah media transmisi yang dapat digunakan untuk mengirimkan suara ataupun data. Kelebihan transmisi gelombang radio adalah dapat mengirimkan isyarat dengan posisi sembarang (tidak harus lurus) dan dimungkinkan dalam keadaan bergerak. Frekuensi yang digunakan antara 3 KHz sampai 300 GHz. Gelombang radio digunakan pada band VHF dan UHF : 30 MHz sampai 1 GHz termasuk radio FM dan UHF dan VHF televisi. Untuk komunikasi data digital digunakan packet radio.

Kanal: adalah terusan atau media untuk meneruskan transmisi ke tujuan

Inframerah
Inframerah biasa digunakan untuk komunikasi jarak dekat, dengan kecepatan 4 Mbps. Dalam penggunaannya untuk pengendalian jarak jauh, misalnya remote control pada televisi serta alat elektronik lainnya. Keuntungan inframerah adalah kebal terhadap interferensi radio dan elekromagnetik, inframerah mudah dibuat dan murah, instalasi mudah, mudah dipindah-pindah, keamanan lebih tinggi daripada gelombang radio. Kelemahan inframerah adalah jarak terbatas, tidak dapat menembus dinding, harus ada lintasan lurus dari pengirim dan penerima, tidak dapat digunakan di luar ruangan karena akan terganggu oleh cahaya matahari